Deretan Desa Adat di Indonesia yang Jadi Destinasi Wisata Unik


INDONESIA kaya akan keindahan alam dan keberagaman budaya, adat istiadat serta bahasa. Banyak desa-desa di Tanah Air sangat bangga mempertahankan tradisi leluhurnya yang unik. Menariknya, di antara desa-desa itu sekarang jadi destinasi wisata.

Desa atau kampung adat sekarang menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan belajar banyak mengenai budaya di Indonesia. Selain itu, desa adat juga menawarkan pengalaman seru lainnya.

Wisatawan bisa merasakan langsung kehidupan seperti masyarakat setempat dengan menikmati alam dan menjunjung adat istiadat.


Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ulasan 5 desa adat di Indonesia yang menjadi destinasi wisata budaya yang unik dan tak terlupakan :

Desa Adat Kete Kesu, Tana Toraja

Desa Adat Kete Kesu merupakan pusat aneka ritual suku Tana Toraja. Desa yang terletak di Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan ini menyimpan peninggalan leluhur dan nenek moyang yang sudah ada sejak 500 tahun lalu. Anda akan menjumpai rumah adat tongkongan yang tinggi dan megah, serta melihat area kuburan Suku Toraja berupa peti mati yang tersimpan di dinding goa batu.

Rumah Adat Suku Toraja yaitu tongkongan juga terdapat hal menariknya lho. Atapnya berbentuk perahu atau disebut tongkongan dan terdapat hiasan tanduk kerbau yang melambangkan status pemilik rumah. Semakin banyak tanduk kerbau berarti semakin tinggi pula status sosial pemilik rumah.

Desa Adat Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs kekayaan dunia. Desa yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl ini tidak hanya menawarkan wisata budaya saja, namun wisata alam dengan pemandangan yang mengagumkan.

Rumah adat Desa Wae Rebo berbentuk kerucut dan atapnya hanya terbuat dari anyaman ilalang. Rumah ada tersebut dikenal dengan Mbaru Niang, namun meskipun terlihat sederhana, Mbaru Niang telah bertahan selama 19 generasi lho.

Selain keindahan panorama alamnya, anda juga bisa berinterakasi dengan warga atau penduduk setempat yang dikenal ramah. Di sini, anda juga bisa menemukan dan membawa pulang oleh-oleh kain tenun khas perempuan Wae Rebo atau kopi Flores dari kebun milik warga.

Desa Adat Praijing, Sumba Barat

Pulau Sumba yang dikenal dengan eksotisme pemandangan alamnya juga menyimpan desa adat setempat yang menarik untuk dikunjungi lho. Desa Adat Praijing, Kecamatan Waikabudak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan kawasan perkampungan adat yang masih memegang nilai luhur dari nenek moyang oleh para penduduknya hingga kini.

Rumah Adat Prajing dikenal dengan Uma Bokulu yang memiliki makna rumah besar. Sesuai namanya, rumah adat tersebut memiliki atap yang menjulang seperti menara. Selain bisa mengenal lebih dekat budaya lokal setempat, daya tarik lain dari Desa Adat Praijing ini adalah keindahan arsitektur tradisional yang menyatu dengan panorama alam yang indah di kawasan ini.

Kampung Naga, Tasikmalaya

Jawa Barat masih menyimpan kawasan perkampungan adat yang khas dan unik. Untuk anda yang ingin mengenal lebih dekat Adat Sunda khas Jawa Barat, anda bisa mendatangi Kampung Naga yang masih sangat tradisional ini di Tasikmalaya.

Kampung Naga di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya memiliki pemandangan alam asri dan hijau karena dikelilingi persawahan dan hutan yang sejuk berpadu dengan rumah-rumah penduduk tradisional.

Di Kampung Naga ini, atap rumah penduduk setempat terbuat dari ijuk. Selain itu, rumah-rumah tersebut tidak boleh di cat sebagai lambang kesederhanaan masyarakat. Dinding rumah penduduk di Kampung Naga ini juga harus menggunakan anyaman bambu atau anyaman sasag.

Desa Adat Suku Baduy, Banten

Desa Adat Suku Baduy ini mungkin yang terkenal dari sekian desa adat lainnya di Pulau Jawa. Terletak di Provinsi Banten, Desa Adat Baduy terbagi menjadi dua bagian, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Untuk menuju ke desa ini, anda harus berjalam kaki atau trekking sekitar 5 jam dengan jalur dan medan yang sedikit menanjak.

Warga Baduy

Suku Baduy sendiri tinggal di pedalaman hutan Banten yang dihuni sekitar 20 ribu anggota suku yang identik dengan pakaian serba hitam dan putih. Mereka masih mematuhi dan memegang penuh kepercayaan leluhur nenek moyang mereka.

Suku Baduy juga sangat teguh memegang aturan, maka itu anda juga harus selalu memperhatikan beberapa hal saat berkunjung ke sini, seperti dilarang memotret atau mengambil video, dilarang mengambil hasil alam tanpa izin dan dilarang menggunakan sabun, shampo maupun pasta gigi.

Namun demikin, Suku Baduy tetap terbuka kepada pengunjung atau siapapun yang ingin mempelajari kebudayaan dan adat istiadat mereka. Selalu pastikan juga, anda mematuhi dan mentaati aturan-aturan yang berlaku tersebut untuk menghormati penduduk setemnpat.





Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.