India Geram Arab Saudi Cetak Kashmir Sebagai Wilayah Merdeka


India geram terhadap uang kertas 20 riyal Arab Saudi cetakan terbaru yang menampilkan wilayah sengketa Kashmir sebagai negara merdeka dan terpisah dari India.Ilustrasi Kashmir. (AP/Mukhtar Khan).


India geram terhadap uang kertas 20 riyal Arab Saudi cetakan terbaru yang menampilkan wilayah sengketa Kashmir sebagai negara merdeka yang sepenuhnya terpisah dari India.


 
Otoritas Moneter Arab Saudi mencetak uang tersebut pada 24 Oktober untuk memperingati kepresidenan kerajaan G20. Dalam uang itu, terdapat potret Raja Salman dan logo Konferensi Tingkat Tinggi Saudi G20, sementara di sisi lain terdapat peta dunia yang dibuat secara artistik.
 
Dilansir Middle East Eye, Jumat (30/10), peta itu memicu kemarahan di India karena menunjukkan wilayah Jammu dan Kashmir terpisah dari negara itu.


Kendati demikian, pencetakan uang itu banyak dirayakan oleh warga Kashmir di media sosial karena sebagian besar mewakili keinginan mereka.

Kepala World Kashmir Awareness Ghulam Nabi Mir mengatakan peta itu disambut baik oleh warga Kashmir dan orang-orang yang bersimpati dengan perjuangan mereka. World Kashmir Awareness adalah sebuah organisasi nirlaba yang memberikan bantuan kemanusiaan untuk Jammu dan Kashmir.

"Itu adalah ekspresi dari apa yang akan disukai warga Kashmir. Warga Kashmir belum diberi kesempatan untuk memutuskan apakah mereka ingin merdeka atau (ikut) bersama Pakistan. Ada banyak pendapat di Kashmir, tapi sebagian besar orang tidak ingin bersama India," kata Mir kepada Middle East Eye.

"Kami senang bahwa Arab Saudi membuat keputusan untuk menunjukkan solidaritas dengan Kashmir dan kami berharap mereka tidak akan mundur karena India menduduki dan menjajah Kashmir menggunakan hukum domisili," tambahnya.

Menanggapi peta tersebut, pejabat dan publik India mengklaim bahwa peta itu keliru dan mengandung distorsi. Seorang juru bicara pemerintah India, Anurag Srivastava mengatakan New Delhi mengungkap keprihatinan serius tentang uang kertas itu, baik di Kedutaan Saudi di India maupun di kedutaan besarnya di Riyadh.

"Kami telah menerima kesalahan representasi yang sangat besar dari batas-batas teritorial eksternal India pada uang kertas resmi Arab Saudi. Kami telah meminta pihak Saudi untuk mengambil langkah-langkah korektif yang mendesak dalam hal ini," ujarnya.

Dilansir Independent, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah dalam KTT G20 pada 21 dan 22 November mendatang dan India adalah bagian dari G20.

Sebuah laporan dari India Today mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan India tidak akan berpartisipasi dalam KTT kecuali Arab Saudi membuat perubahan pada uang kertas tersebut.

Kontroversi seputar peta Kashmir sudah berlangsung selama puluhan tahun. Sejak 1972, India dan Pakistan berperang memperebutkan lembah yang dipisahkan oleh Garis Kontrol Aktual (LoC) itu.

Kashmir yang dikelola oleh India dianggap sebagai wilayah paling termiliterisasi di dunia. New Delhi telah mengerahkan lebih dari 500 ribu tentara dan paramiliter ke daerah tersebut.

Kemudian pada Agustus 2019, India kembali mengerahkan 100 ribu polisi India dan sekitar 30 ribu petugas polisi khusus ke wilayah tersebut.




Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.