Jadi Negara Maju, RI Jangan Sampai Senasib seperti Filipina


JAKARTA - Pemerintah tengah mendorong agar Indonesia bisa keluar dari negara berpendapatan menengah (middle income). Apalagi bangsa ini memiliki bonus demografi, di mana sebagian besar penduduknya merupakan usia produktif atau kerja.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, banyak negara-negara membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa keluar dari perangkap pendapatan menengah. Adapula yang hingga saat ini masih belum juga keluar dari jebakan tersebut.

"Akankah kita terus bertahan di kelompok ini? tentunya tidak. Apakah yang dihadapi Indonesia di 2045? Apakah kita bisa melampaui kelompok berpendapatan menengah tersebut?," ujarnya dalam sebuah Diskusi virtual, Jumat (27/11/2020).

Dalam studi dilakukan World Bank pada 2016 , menyebutkan dari 110 negara middle income trap sejak 1960 hingga 2016, hanya terdapat 13 negara yang dapat tampil dalam jajaran negara maju. Sementara negara-negara terdekat seperti di Asia, hanya ada beberapa yang bisa lulus dari middle income trap selama kurang dari 10 tahun.

Destri mencontohkan, negara seperti Korea Selatan yang membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk bisa keluar dari jebakan tersebut. Sementara Jepang hingga Hong Kong lebih lama lagi yakn 9 tahun.

Sementara itu, negara-negara lainnya justru membutuhkan waktu hingga puluhan tahun. Salah satu contohnya adalah Argentina.

"Tapi banyak negara lain yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun seperti contohnya Argentina,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa negara justru akhirnya gagal keluar dari jebakan tersebut. Misalnya saja beberapa negara dj Amerika Latin hingga Filipina yang hingga saat ini masih masuk ke dalam negara berpendapatan menengah.

“Beberapa negara Amerika Latin mengalami hal semacam itu termasuk Filipina sempat diperkirakan akan cepat menjadi negara maju ternyata mereka stuk juga di negara kelompok berpendapatan menengah," ucapnya.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.