Kisah Cinta Aneh, Binaragawan Kazakhstan Nikahi Boneka Seks




Binaragawan Yuri Tolochko, dari Kazakhstan, akhirnya resmi menikahi pujaan hatinya, sebuah boneka seks yang diberi nama Margo. Pasangan itu mengikat janji dalam sebuah upacara yang dihadiri puluhan tamu.




Hari bahagianya ini pun tak luput di-posting di Instagram. “Pernikahan ini telah terjadi. Bersambung,” tulis Yuri. 
Melalui video itu, Yuri menyelipkan cincin ke jari Margo sebelum pasangan tersebut berbagi ciuman yang lembut. Mereka pun berdansa pertama kalinya di depan para tamu undangan

Yuri diketahui telah tinggal bersama Margo selama satu setengah tahun. Dia mengatakan pertama kali bertemu dengan Margo di sebuah klub malam. Pada Desember tahun lalu, Yuri resmi melamar pacarnya itu.

Binaragawan ini mengidentifikasi dirinya sebagai seorang panseksual, dan dapat jatuh cinta dengan karakter, gambar, dan jiwa yang tak nyata. 

“Saya suka proses seks itu sendiri. Dan gender, orientasi seksual tidak terlalu penting di sini,” terangnya.

“Kisah kami membuat saya lebih tertarik daripada seks itu sendiri. Saya juga menyukai BDSM. Saya suka disiksa, saya bisa menahan banyak rasa sakit. Saya juga suka mendominasi. Margo mampu melakukan apa yang orang lain tidak mampu lakukan,” terangnya.



Satu-satunya persyaratan agar pernikahan dapat dilangsungkan di Kazakhstan adalah kedua pihak yang menikah haruslah pria dan wanita dan berusia di atas 18 tahun

Yuri juga sudah mencari tempat tinggal di kota Almaty atau Nur-Sultan di Kazakhstan untuk ditinggali bersama sang istri nantinya.

Sebelum memutuskan menikah, Yuri telah melakukan operasi wajah ke Margo di awal tahun ini. “Ketika saya memerlihatkan fotonya kepada dunia, ada banyak kritik sehingga kami memutuskan untuk menjalani operasi plastik,” ujarnya.

“Dia telah banyak berubah. Awalnya, sulit untuk menerimanya, tetapi saya kemudian terbiasa dengannya. Operasi itu di klinik sungguhan dengan dokter sungguhan,” tambahnya.

Awalnya, pernikahan direncanakan pada Maret lalu. Namun harus batal karena pandemi Covid-19 dan serangan terhadap dirinya.

Yuri mengatakan kepada Daily Star jika pernikahan ini harus ditunda untuk kedua kalinya karena dia “diserang” di rapat umum transgender di Kota Almaty di Kazakhstan pada 31 Oktober lalu.

Akibat serangan ini, Yuri menderita gegar otak dan hidungnya patah setelah berpakaian sebagai wanita untuk pawai. Dia sempat memposting foto-foto lukanya yang mengerikan ke Instagram.
“Beberapa bulan lalu saya mulai menggunakan image wanita untuk pertunjukan. Saya menamai karakter ini Amanda. Melalui gambar ini, saya menyampaikan ide-ide tertentu di masyarakat kita. Jadi saya dipukuli,” terangnya.

Yuri mengikuti pawai kampanye dengan berpakaian seperti Amanda dan membagikan video protes dan penyerangan yang terjadi. Seorang pria terlihat menarik wignya sebelum memukulinya berkali-kali

Sumber : Okezone

No comments

Powered by Blogger.