Laksamana AS ke Taiwan, China Tegaskan Tentang Hubungan Militer Washington-Taipei

Bendera China berkibar di Pengadilan Menengah Rakyat. (Foto : Reuters)


KEMENTERIAN Luar Negeri China bakal menanggapi kunjungan seorang Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) ke Taiwan, Senin (23/11/2020). Kementerian juga menegaskan menentang hubungan militer antara Taipei dan Washington.

Seorang laksamana Angkatan Laut bintang dua yang mengawasi intelijen militer AS di kawasan Asia-Pasifik telah melakukan kunjungan mendadak ke Taiwan, kata dua sumber kepada Reuters, Minggu (22/11/2020). Baik Taiwan maupun AS belum secara resmi mengonfirmasikan kunjungan tersebut.

Pemerintahan Trump telah meningkatkan dukungan untuk Taiwan, termasuk dengan penjualan senjata baru, sehingga menimbulkan kekhawatiran China yang memandang pulau itu sebagai salah satu provinsinya yang tidak memiliki hak untuk menjalin hubungan antarnegara secara tersendiri.

Berbicara di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan Beijing "dengan tegas menentang" segala bentuk pertukaran antara pejabat AS dan Taiwan, atau keduanya menjalin hubungan militer.

China mendesak AS untuk sepenuhnya mengakui kepekaan masalah Taiwan, kata Zhao dalam jumpa pers.

"Pihak China, sesuai situasi yang berkembang, akan memberikan tanggapan yang sah dan perlu," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

China marah ketika Menteri Kesehatan AS Alex Azar datang ke Taipei Agustus lalu, yang kemudian diikuti Wakil Menteri Luar Negeri AS Keith Krach pada September. China mengirimkan sejumlah pesawat tempur ke dekat pulau itu selama kunjungan kedua pejabat AS itu.

Zhao juga menyatakan ketidaksenangannya dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang pertukaran ekonomi menyusul pertemuan antara pejabat Taiwan dan AS di Washington.

Ia mengatakan, China telah mengajukan "pernyataan tegas" kepada Amerika Serikat bahwa Washington harus menghentikan interaksi semacam ini dengan Taiwan.




Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.