Lindungi Diri dari Predator Seksual, Pelajar Jepang Kirim Petisi Ubah Usia Legal



JEPANG - Lebih dari 40.000 orang telah menandatangani petisi yang menyerukan agar usia legal Jepang dinaikkan dari 13 tahun menjadi 16 tahun.

Kelompok kampanye "Your Voice Matters" mengatakan undang-undang harus diubah untuk melindungi siswa sekolah menengah pertama dan menengah Jepang dari predator seksual.

Mereka telah mendesak Kementerian Kehakiman Jepang untuk menaikkan usia izin menjadi 16 tahun agar negara tersebut sejalan dengan negara lain - termasuk Inggris.

Your Voice Matters menyerahkan petisi mereka kepada Menteri Kehakiman Yoko Kamikawa pada Jumat (20/11). Petisi tersebut telah diposting ke change.org dan telah menerima lebih dari 40.000 tanda tangan.

“Usia dewasa di Jepang adalah 13 tahun. Usia persetujuan mengacu pada usia minimum di mana seseorang dianggap mampu memberikan persetujuan untuk tindakan seksual. Apakah menurut Anda seorang remaja berusia 13 tahun mampu mengetahui konsekuensi dari aktivitas seksual dan mengatakan ya atau tidak?,” tulis petisi itu.

“Jepang telah mendapatkan peringatan untuk menaikkan usia dari masyarakat internasional karena sangat rendah dibandingkan dengan negara lain, namun, usia yang diberlakukan lebih dari 100 tahun yang lalu masih tetap sama. Kami menuntut Kementerian Kehakiman untuk menaikkan usia persetujuan. Tolong bantu kami dengan petisi untuk melindungi remaja remaja,” lanjut petisi itu.

Seperti diketahui, sejak 1907, usia persetujuan Jepang adalah 13 tahun, terendah kedua di Asia. Adapun usia legal di Filipina adalah 12 tahun, tetapi, menyusul protes yang meluas, peraturan pun diubah tahun ini untuk menaikkan usia legal di negara itu menjadi 16 tahun.

“Pada 20 November, grup kami berhasil mengirimkan petisi kami dan formulir permintaan untuk menaikkan usia legal di Jepang,” cuit grup itu di Twitter.

“Secara total kami telah mengumpulkan lebih dari 40.839 tanda tangan dan banyak komentar yang mengungkapkan keterkejutan dan kekecewaan mereka dengan usia persetujuan saat ini di Jepang,” terang grup.

“Tanda tangan dan komentar Anda akan langsung dikirimkan ke pertemuan tinjauan tentang masalah ini,” cuit grup.

“Kami sangat berterima kasih atas semua dukungan Anda terhadap kampanye kami. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa bahagianya saya mengetahui bahwa banyak dari kita memiliki hasrat yang sama untuk melindungi anak-anak kita di Jepang,” tambahnya.

“Tanpa bantuan kalian semua, kami tidak akan bisa sampai sejauh ini, dan meski rasanya belum cukup untuk mengungkapkan rasa terima kasih untuk kalian semua di postingan ini, kami tetap ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua. Kami sangat berharap pengiriman kami sukses dan melihat perubahan nyata dalam masyarakat Jepang. Terima kasih,” ungkap grup.




Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.