Marak Rekening Bank Dibobol, OJK Kasih Tips Aman Bertransaksi Keuangan Online


Dalam menggunakan layanan internet atau mobile banking, masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam mengelola nomor telepon seluler yang dipakai dan menjaga kerahasiaan data pribadi. Seperti diketahui belakangan masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kejadian pembobolan uang nasabah yang nilainya capai miliaran Rupiah.

Contohnya kasus nasabah Maybank di Jakarta hingga Bank Mega di Malang, membuat para nasabah diingatkan untuk lebih berhati-hati. Terbaru, nasabah Maybank asal Solo bernama Candraning Setyo, dimana uang dalam tabungan miliknya hilang sebesar Rp72.653.000 dengan dugaan menjadi korban pembobolan rekening.

Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan, agar tidak disalahgunakan dan menjadi target kejahatan transaksi keuangan, jangan memberikan PIN atau OTP kepada siapapun termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank. "Ingat bahwa Bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen," kata Sekar di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Selain itu OJK menghimbau agar rutin mengganti PIN/password secara berkala agar terhindar dari risiko peretasan. Selanjutnya, hindari akses menggunakan Wifi Publik, gunakan jaringan internet yang aman ketika melakukan transaksi dan pastikan log-out setelah bertransaksi. Aktifkan notifikasi transaksi, jika ada yang mencurigakan segera hubungi bank.

Sambung Sekar melanjutkan, apabila ingin mengganti atau menjual ponsel atau komputer, pastikan jejak keuangan di perangkat yang lama sudah terhapus dengan benar. "Pastikan mengunduh aplikasi atau mengakses internet banking pada situs bank yang resmi," sebut dia.

Terakhir, jika tiba-tiba tidak bisa menggunakan ponsel, segera laporkan ke penerbit kartu seluler untuk menghindari cloning sim card.



Sumber : sindonews.com

No comments

Powered by Blogger.