Mengenang Sosok Dalang Ki Seno dari Cerita Teman Kos




KULONPROGO – Jagad seni pakeliran kehilangan sosok Ki Seno Nugroho, yang meninggal dunia pada Selasa 3 November 2020. Sebelum menjadi dalang kondang, almarhum banyak belajar mendalang di sebuah indekos di barat kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengatakan, hampir tiga tahun dirinya tinggal satu kos dengan Ki Seno Nugroho. Tepatnya sebuah rumah yang terletak di Prancak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Bantul yang berada di barat kampus ISI Yogyakarta.

“Di situ awal prosesnya dia belajar mendalang dan berlatih,” kata Joko, Rabu (4/11/2020).


Pada tahun pertama sekitar 1993, dia belum banyak mendapatkan tawaran untuk manggung. Ketika ada pentas didukung oleh teman-teman mahasiswa yang ada di ISI. Mereka keroyokan tampil gabungan, agar pertunjukan menarik. Lambat laun pada tahun kedua dan ketika semakin banyak tawaran hingga akhirnya sukses saat ini.

“Beliau itu tidak kuliah. Tapi semangat ingin tahu tinggi, jadi memilih kos di kompleks anak-anak ISI setelah lulus SMKI,” katanya.

Menurutnya, banyak kenangan terukir selama tinggal satu kos. Almarhum sosok yang humoris dan menyenangkan. Pernah anak satu kos pergi bersama menonton film di bioskop Widya Theatre Yogyakarta, untuk menyaksikan film kungfu. Selepas pulang, Ki Seno langsung mempraktikkan gerakan kungfu ke dalam wayang dengan layar yang mulai pudar kena percikan air hujan.

“Beliau mampu mengadopsi apa yang ada di alam dan dunia maya ke dalam pewayangan,” katanya.

Ki Seno merupakan putra seorang dalang kondang yang tinggal di Kampung Gayam dekat Stadion Mandala Krida. Namun, dia memilih tinggal indekost untuk membentuk mental dan karakter. Barulah ketika sukses dia membangun rumah di Gayam, Sedayu, Bantul.

“Puncak Hari Jadi Kulonprogo pada 15 Oktober lalu, rencananya akan mengundang dia tetapi jadwalnya sangat padat. Akhirnya pentas digantikan kakak sepupunya Ki Benyek,” ujar Joko.

Joko melihat Ki Seno merupakan dalang yang mampu membangkitkan minta generasi muda di dunia pewayangan. Melalui kemampuan mendalang dengan kombinasi dagelan dan kritik, yang enak didengar bagi anak muda. Bahkan materi yang disampaikan cukup akademik, yang mampu menjembatani pelestarian budaya.

Ki Seno Nugroho merupakan dalang yang melek teknologi. Siapa pun dipersilahkan untuk merekam dan mengupload ke Youtube sebagai bagian promosi. Sementara dalang lain khawatir itu akan jadi materi komersial.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.