Muchu Chhish, Puncak Gunung yang Belum Pernah Didaki Manusia

Ilustrasi, (iStockphoto/Ghulam Hussain)

Sudah banyak media yang menulis bahwa Muchu Chhish ialah puncak tertinggi di dunia yang belum pernah didaki, namun tidak banyak media yang menjelaskan alasannya.

Muchu Chhish bukan puncak paling tinggi di dunia, dan bukan pula puncak yang paling sulit didaki.

Muchu Chhish berupa bukit yang diapit gletser setinggi 7.453 mdpl dan terselip di lembah terpencil di Pegunungan Karakoram, utara Pakistan - rumah bagi puncak gunung dengan tinggi 8.000 mpdl seperti K2, Broad Peak dan Gasherbrum I & II.

Everest memegang rekor sebagai puncak tertinggi di dunia yang belum pernah didaki manusia hingga tahun 1953.

Puncak tertinggi kedua di dunia, K2, didatangi manusia setahun kemudian.

Di nomor tiga, Kanchenjunga, pada tahun 1955.

Selanjutnya, Lhotse, puncak tertinggi keempat di dunia, pada tahun 1956.

Sekarang giliran Muchu Chhish yang sedang dibidik pendaki di dunia untuk didaki.

"Ada semacam kebanggaan untuk pendakian pertama - seperti penulis atau pelukis yang menciptakan sesuatu dari awal," kata direktur eksekutif American Alpine Institute, Jason Martin, yang melakukan panjat tebing pertama di Amerika dan belum mendengar tentang Muchu Chhish sampai sekarang.

"Saya pikir hal terbesar dan paling menarik ketika datang ke pendakian pertama di pegunungan raksasa dan terpencil seperti itu di mana Anda pada dasarnya adalah seorang astronaut yang mencapai tempat dunia lain di mana tidak ada orang lain. Elemen lain, tentu saja , adalah tantangan tambahan yang sangat besar karena hampir tidak ada informasi tentang bagaimana melakukannya."

Bersembunyi di barat Pegunungan Karakoram, Muchu Chhish berupa punggung bukit es besar setinggi 7.000 mdpl. Usaha pendakian menuju puncaknya belum ada yang berhasil hingga saat ini.

Puncak yang jarang dikunjungi (juga dikenal sebagai Batura V) ini memiliki dua catatan penting.

Catatan yang pertama, puncak di Asia lainnya, Gangkhar Puensum yang setinggi 7.570 mdpl, tetap menjadi puncak tertinggi yang belum pernah didaki manusia.

Tetapi lokasinya di Bhutan (tempat pendakian dilarang sejak 2003), yang berarti bahwa akses menuju puncak ini memang tertutup untuk manusia.

Catatan kedua, ada yang memperdebatkan kalau Muchu Chhish secara teknis hanyalah puncak kedua (atau "subpeak").

Menurut National Geographic, kebanyakan ahli geologi mendefinisikan gunung sebagai bentuk lahan independen yang punya tinggi minimal 300 meter di atas area sekitarnya.

Muchu Chhish dianggap hanya perbukitan yang "menempel" pada Pegunungan Karakoram.

Mengesampingkan semua fakta ilmiah, nyatanya saat ini semakin banyak pendaki yang sepakat bahwa bahwa Muchu Chhish ialah puncak tertinggi di dunia yang belum pernah didaki manusia.

"Masih banyak puncak besar yang belum didaki di luar sana salah satunya Muchu Chhish yang terbuka untuk didaki manusia," kata alpinist Phil de-Beger, yang telah melakukan pendakian pertama lainnya di daerah itu bersama rekan pendaki Inggris lainnya - Tim Oates dan Peter Thompson, pada Agustus 2014.

"Saya selalu ditanya tentang Muchu Chhish oleh pendaki yang menginginkan 'titik pendakian pertama' di puncak tertinggi yang tidak didaki. Tapi Muchu Chhish sebenarnya tidak semenarik kisahnya jika Anda bertanya kepada saya."

"Muchu Chhish jadi menarik untuk didaki karena lokasinya yang terpencil, belum memiliki jalur pendakian resmi, dan masih sepi turis," ujar de-Beger kepada CNN.


Selama ekspedisi di Muchu Chhish pada 2014, tim de-Beger berhenti di ketinggian 6.000 mdpl, masih jauh dari puncak, setelah perjalanannya berakhir di tebing salju yang panjang dan curam yang secara tak terduga telah berubah menjadi lapisan es yang keras seperti peluru.

"Menurut apa yang kami dengar dari ekspedisi sebelumnya, yang mendaki punggung bukit yang sama (untuk mencapai puncak tetangga) di tahun-tahun sebelumnya, melintasi area itu sama saja dengan kerja keras dalam waktu yang tidak sebentar," kenang de-Beger.

Buruknya cuaca dirasakan tim de-Beger sejak awal pendakian. Cuaca bisa mendadak kering dan mendadak badai salju. Ketiadaan jalur pendakian resmi juga membuat setiap langkah harus dilakukan secara hati-hati.

"Medannya tidak sulit, namun saat mempertimbangkan waktu dan cuaca kami merasa tidak harus melakukannya."

Terlepas dari buruknya cuaca di Muchu Chhish, de-Beger mengatakan kalau Pegunungan Karakoram amat patut didatangi pendaki.

"Pemandangannya indah, penduduknya ramah. Pegunungan Karakoram bagai Nepal yang belum tersentuh. Tidak ada sherpa untuk menjaga Anda. Hanya Anda dan gunung. Anda pasti sendirian," katanya.



Sumber : okeozone.com

No comments

Powered by Blogger.