Pekerja Indonesia yang tiba di Taiwan dikarantina oleh Kantor pusat

Langkah yang diambil setelah meningkatnya kasus COVID-19 di antara pekerja migran Indonesia

Pengasuh Indonesia di Taiwan  (foto CNA)

TAIPEI - Pekerja migran Indonesia sekarang akan ditempatkan di bawah karantina pusat setibanya di Taiwan mulai Jumat (20 November), menurut otoritas kesehatan negara itu Rabu (18 November).

Saat ini, majikan atau perantara bertanggung jawab atas pengaturan karantina bagi pekerja, tidak termasuk pengasuh, dari negara Asia Tenggara. Aturan baru akan mengamanatkan isolasi terpusat untuk semua pekerja migran Indonesia yang memasuki Taiwan mulai 20 November dan seterusnya.

Tindakan itu tidak berlaku bagi mereka yang telah memperoleh visa hingga 19 November. Langkah itu menyusul peningkatan kasus virus corona impor di antara orang Indonesia yang datang ke Taiwan untuk bekerja, kata Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC).

CECC juga telah menangguhkan masuknya pekerja baru oleh empat perantara tenaga kerja yang terdaftar di Indonesia: PT. Sentosa Karya Aditama, PT. Vita Melati Indonesia, PT. Ekoristi Berkarya, dan PT. Graha Ayukarsa. Setidaknya 20 orang Indonesia yang dipekerjakan melalui perusahaan-perusahaan ini telah dinyatakan positif COVID-19 begitu mereka tiba di Taiwan.

Perusahaan tidak akan diizinkan untuk melanjutkan bisnis sampai mereka menunjukkan dokumentasi dari otoritas kesehatan Indonesia yang menunjukkan bahwa pusat pelatihan mereka telah meningkatkan langkah-langkah pengendalian penyakit dan membebaskan diri dari virus, kata CECC.



Sumber : Taiwan News

No comments

Powered by Blogger.