Penantian Kabar 10 Tahun, Mulyani TKI Asal Blora Ternyata Meninggal di Malaysia Karena Pendarahan




    Setelah 10 tahun tidak ada kabar, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Blora dikabarkan meninggal di Malaysia.

Diduga penyebab meninggalnya TKW bernama Mulyani ini karena pendarahan.

Kapolsek Blora AKP Joko Priyono mengatakan, kabar meninggalnya TKW asal Blora tersebut telah diinformasikan kepada pihak keluarga. TKW bernama Mulyani (30) itu merupakan warga asal Kelurahan Mlangsen, Blora.

"Kami Forkopimcam sudah menginformasikan pada keluarganya," ujar Joko kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/11/2020).

Joko melanjutkan, Mulyani merupakan anak dari pasangan almarhum Supardjan dan Wagiah.

Dia diketahui menikah pada 2008 dengan seorang pria bernama Wiwit warga Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Blora.

Kemudian pada tahun 2010, Mulyani dikabarkan ke Jakarta untuk menyusul suaminya yang bekerja di sana.

Sejak saat itu, keluarga sudah tidak pernah menjalin komunikasi.

10 tahun kemudian baru diketahui kalau Mulyani meninggal di Malaysia.

Keluarga pun syok mendapati kabar tersebut.

Meski begitu, keluarga ingin jenazah dimakamkan di Blora.

"Keluarga inginnya jenazah dikubur di Blora, tapi belum tahu ini kabar terakhirnya bagaimana.

Kami masih menunggu dan koordinasi," ujar Joko.

Joko melanjutkan, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan AKBP Danu Agus yang bertugas di Malaysia.

Setelah ditelusuri, kata Joko, rupanya Mulyani adalah TKW ilegal.

Saat ini jenazah masih berada di rumah sakit.

Kabar meninggalnya Mulyani kali pertama diinformasikan oleh seorang warga Blora bernama Sumar yang kini bekerja di Malaysia.

Sumar sendiri merupakan warga asal Kecamatan Kunduran, Blora.

"Saat dapat kabar, saya informasikan ke lurah saya.

Terus dicari alamatnya ternyata benar orang Blora," ujar Sumar saat dihubungi melalui sambungan telepon.


Meninggalnya Mulyani diketahui sejak beberapa hari yang lalu.

Saat ini jenazah masih berada di rumah sakit.

"Ini sudah empat hari di rumah sakit. Masih ditangani forensik," ujar Sumar.

Dia menduga, meninggalnya Mulyani lantaran mengalami pendarahan hebat.

Kondisi Mulyani saat itu tengah hamil.

Sumar sampai saat ini belum bisa memastikan apakah jenazah akan dipulangkan ke Blora atau dikubur di sana.

Sebab, katanya, saat ini kasus meninggalnya Mulyani masih ditangani Polisi.

Selain itu, kalaupun harus memulangkan jenazah biayanya tidak sedikit.

"Saya sudah cek, ongkosnya lebih mahal karena situasi sedang pandemi," katanya.

Menurut Sumar, Mulyani di Malaysia tinggal bersama suaminya bernama Agus asal Sulawesi.

Rumah tangga mereka dikaruniai tiga orang anak.

"Anaknya masih kecil-kecil.

Dua perempuan satu laki-laki.

Anak yang paling besar seusia TK," kata dia.


Sumber :tribun

No comments

Powered by Blogger.