Satu Peti Jeruk Mandarin Terjual Rp137 Juta di Jepang


Satu peti jeruk mandarin laku terjual 1 juta yen atau sekitar Rp137 juta dalam pelelangan di Ota Market, pusat grosir di Tokyo, Kamis (5/11) kemarin.

Peti jeruk mandarin, atau yang disebut mikan, itu memiliki berat 20 kilogram dan berisi 100 buah jeruk.

Sebagaimana dilansir CNN, ini merupakan pelelangan pertama untuk jeruk mandarin jenis satsuma, spesies jeruk terkenal dari Nishiuwa, prefektur Ehime, di pulau Shikoku di selatan Jepang.

Daerah itu menghasilkan jeruk semi tanpa biji yang dikenal dengan karena keseimbangan rasa manis, kulit tipisnya yang mudah dikupas, serta teksturnya segar di mulut.

Jeruk mandarin dari Nishiuwa dengan harga paling mahal berasal dari salah satu merek terkemuka, Hinomaru. Ada beberapa hal yang membuat sepeti jeruk ini punya harga mahal. 

"Hinomaru mikan diproduksi di area terbatas di pantai kota Yawatahama di prefektur Ehime," kata Shin Asai, dari departemen penjualan JA Nishiuwa.

"Ini adalah mikan yang tumbuh dengan yang 'tiga matahari' - cahaya matahari asli, cahaya matahari yang dipantulkan dari laut, dan cahaya yang dipantulkan dari dinding batu di sawah bertingkat," ucapnya.

Hanya ada sekitar 100 petani yang memproduksi mikan jenis khusus ini di daerah tersebut.

"Hinomaru mikan tahun ini sangat berkualitas," tambah Asai.

Menurut perwakilan dari asosiasi pertanian Nishiuwa, penawaran tinggi pada lelang hari Kamis itu dianggap sebagai "harga perayaan" untuk menandai awal musim mikan di Jepang.

"Karena kualitas buah setiap tahun dievaluasi pada lelang pertama, hal itu akan sangat mempengaruhi penjualan selanjutnya," kata Asai. "Lelang pertama sangat penting bagi industri buah."

Harga rata-rata dari jenis jeruk mandarin ini umumnya sekitar 7.800 yen atau Rp1 juta per 10 kilogram.

Ini bukan kali pertama jeruk mandarin mendapatkan harga yang mengejutkan dalam sebuah lelang. Harga penawaran tertinggi tahun lalu juga berada di kisaran jutaan.

"Namun, mengingat dampak negatifnya bagi perekonomian karena Covid-19, kami kaget sekaligus senang bisa dilelang seharga satu juta yen," kata Asai.

Identitas penawar satu peti jeruk belum diketahui untuk saat ini, tetapi Asai yakin itu akan terungkap dalam beberapa hari.

"Sebuah supermarket kelas atas membelinya tahun lalu dan menggunakannya untuk promosi di toko tersebut," katanya.

Jepang telah dikenal sebagai penghasil buah manis dan mahal selama bertahun-tahun. Tahun lalu, 24 tandan anggur merah ruby dilelang seharga 1,2 juta yen.

"Buah-buahan diperlakukan secara berbeda dalam budaya Asia dan masyarakat Jepang khususnya," ujar Soyeon Shim, dekan Sekolah Ekologi Manusia di University of Wisconsin-Madison, 2019 lalu.

"Pembelian dan konsumsi buah terkait dengan praktik sosial dan budaya."



Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.