Selama Pandemi, Limbah Masker di Denpasar Capai 47 Juta Lembar




    Limbah masker di Denpasar, Bali mencapai lebih dari 47 juta. Jumlah itu merupakan akumulasi selama tujuh bulan pandemi Covid-19 melanda Bali. "Dalam sebulan angka masker yang sekali pakai ini sekitar 6.750.000. 

Jadi kalau selama tujuh bulan sekitar 47.250.000 lembar limbah masker," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Denpasar, Dewa Gede Rai, Jumat (20/11/2020). Dewa Rai mengatakan, limbah masker ini harus ditangani dengan baik. 

Hal itu untuk mencegah penyalahgunaan limbah oleh orang tak bertanggung jawab yang ingin mengambil keuntungan.

"Karena di beberapa daerah kita dengan informasi, (masker) ini dipungut lagi lalu dicuci dan dijual. Ini berbahaya," tutur pria yang juga Kasubag Humas Pemkot Denpasar ini.

Dia mengatakan, Satgas Covid-19 telah mengingatkan protokol yang tepat untuk membuang masker. 

Hal itu dilakukan untuk mencegah daur ulang masker yang berbahaya. "Kami sudah ingatkan protokol pemusnahan masker karena ada info daur ulang. Kalau bisa digunting dan dihancurkan sebelum dibuang," ujarnya. 

Menurutnya yang paling sulit adalah limbah masker dari rumah tangga. Sebab masker tersebut biasanya tercampur dengan sampah rumah tangga. Berbeda dengan limbah masker rumah sakit yang biasanya sudah memiliki prosedur penanganan limbah sendiri.


Sumber : inews

No comments

Powered by Blogger.