Staf Universitas Taiwan Selatan Mengundurkan Diri Karena Pembunuhan Mahasiswa Malaysia

Universitas Kristen Chang Jung Tainan mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan kampus

Orang tua Chung (foto CNA)

TAIPEI  - Dua karyawan Universitas Kristen Chang Jung (CJCU) mengundurkan diri atas pembunuhan seorang mahasiswa Malaysia, yang mengguncang Taiwan, negara yang dianggap relatif aman bagi mahasiswa asing.

Universitas Taiwan selatan pada hari Senin (2 November) mengumumkan bahwa kepala kantor urusan mahasiswa dan kepala keamanan kampus mengundurkan diri untuk bertanggung jawab atas kematian siswa berusia 24 tahun yang bermarga Chung (钟), lapor CNA . Chung diduga diculik , diserang secara seksual, dan dibunuh oleh seorang pria Taiwan bermarga Liang (梁).

Dalam surat terbuka , Presiden CJCU Lee Yung-lung (李泳 龙) menjanjikan langkah-langkah baru untuk meningkatkan keamanan kampus bekerja sama dengan polisi dan lingkungan. Kamera CCTV dan alarm tambahan akan dipasang dan penerangan jalan ditingkatkan di daerah sekitarnya, sementara patroli malam akan dilakukan antara jam 6 sore dan 2 pagi


Orang tua Chung yang berduka tiba di Taiwan pada Minggu malam (1 November) dan langsung menuju kamar mayat setelah tes COVID-19 negatif mereka. Mereka telah menyatakan bahwa mereka ingin melihat pelaku "digantung."

Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) meminta maaf kepada orang tua korban dan rakyat Malaysia pada hari Sabtu, mengatakan insiden itu telah merusak citra internasional Taiwan. Sambil menjanjikan dukungan penuh untuk keluarga korban, Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吴兆燮) bersikeras bahwa Taiwan adalah masih negara teraman dan paling ramah di Asia. (GS)

Sumber : Taiwan News

No comments

Powered by Blogger.