Unik, di Negara Ini Suami 'Gaji' Istri Sendiri Rp3 Juta - Rp12 Juta


LONDON - Dulu, orang berfikir menjadi istri atau ibu rumah tangga (IRT) akan mendapat “cap” sebagai penerima uang dari suami saja, tanpa bisa menghasilkan uang dari status itu. Tapi sekarang semua telah berbeda.

Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, diperkirakan 23 persen perempuan kehilangan pekerjaannya ketimbang lelaki. Namun bagi wanita yang berstatus IRT, hal ini bukan masalah lagi. Mereka tetap menerima gaji dengan jumlah yang sama setiap bulannya.

Misalkan yang terjadi pada Sarah Williams, 37, yang sedang mengandung anak ketiganya dan tinggal di London Timur bersama suaminya Michael, 33, seorang supir kereta.

Sarah tercatat bekerja sebagai manajer pengembangan bisnis tetapi menerima “mummy salary” atau “gaji sebagai ibu” sebesar 450 poundsterling (Rp8,3 juta) sebulan dari suaminya selama cuti melahirkan.

“Orang tua saya menjalankan bisnis bersama, tetapi ibu saya tidak memiliki rekening bank dan selalu harus meminta uang kepada Ayah jika dia ingin membeli sesuatu atau menata rambutnya. Itu berhasil untuk mereka, tetapi saya selalu bersumpah bahwa saya tidak akan pernah meminta bantuan dari suami saya. Itu adalah saran Michael agar dia memberi saya “gaji ibu” ketika saya sedang cuti melahirkan anak kedua, dan saya menerimanya lagi setelah anak yang ketiga lahir pada bulan April,” terangnya, dikutip Daily Mail.

Gaji ini digunakan untuk bersenang-senang. Mulai dari membeli makanan favorit, belanja kosmetik, baju kesukaan, merawat diri, dan lainnya.

Gemma Knell, 34, yang tinggal di Burgess Hill, West Sussex, menceritakan hal yang sama. Sang suami, Adam, 35, dipromosikan menjadi direktur pemasaran dengan gaji yang signifikan. Sejak itulah, dirinya menerima “gaji ibu” dari suaminya sebesar 300 poundsterling (Rp5,6 juta) setiap bulan.

Dia mengatakan, “gaji ibu” yang telah diterimanya selama dua tahun terakhir ini telah membuat sang suami fokus pada karirnya, tanpa harus khawatir tentang masalah internal di rumah.

Tally Swidzinska, 37, tinggal di Kenley, Surrey, dengan suaminya Dylan, 38, seorang akuntan, juga mendapatkan “gaji ibu” sebesar 650 poundsterling (12 juta). Dia memiliki satu anak lelaki dan dua anak perempuan kembar identi.

“Menjadi seorang ibu adalah pekerjaan tersulit di dunia, jadi mengapa kita tidak menerima gaji? Kami tidak pernah memiliki rekening bank gabungan - kami berdua menyukai kebebasan kami, jadi setiap bulan Dylan mentransfer 650 poundsterling (Rp12 juta) dari rekeningnya ke rekening saya. Dari sini saya membeli sebagian besar bahan makanan, pakaian untuk anak-anak dan bensin untuk mobil saya,” terangnya.

Selebihnya, dia gunakan uang itu untuk membeli pakaian, potong rambut, makan bersama teman-teman, dan minum di kedai kopi.

“Saya tidak pernah meminta Dylan untuk ini - ini hanya muncul di akun saya seperti jarum jam di tengah setiap bulan. Selain memberi saya kebebasan finansial, itu juga berarti Dylan tidak perlu khawatir tentang hal-hal duniawi, seperti membeli pakaian anak-anak dan berbelanja makanan,” terangnya.

“Gaji ibu” juga diterima Natalia Alexandrou, 37, yang tinggal di Chorleywood, Hertfordshire, bersama suami Kristian, 42, seorang arsitek.

Natalia bekerja satu hari dalam seminggu sebagai konsultan pemasaran digital dan menerima 400 poundsterling (Rp7,4 juta) sebulan dari sang suami.

“Hal terakhir yang saya inginkan adalah merasa seperti wanita simpanan, jadi menerima penghasilan bulanan untuk semua yang saya lakukan dengan anak-anak kami adalah solusi yang tepat. Ketika saya memiliki pekerjaan penuh waktu, saya akan berkontribusi untuk hipotek dan tagihan. Saya tidak dapat melakukannya sekarang, meskipun kontribusi saya untuk kehidupan keluarga tidak kalah pentingnya,” terangnya.

Sementara itu, Laura Parnham, 26, mendapatkan “gaji ibu” sebesar 150 poundsterling (Rp2,7 juta) setiap bulan ke rekeningnya. Sebelumnya dia sempat bekerja sebagai penasihat layanan pelanggan multibahasa untuk perusahaan online internasional sebelum menjadi ibu penuh waktu.

“Apa pun yang berkaitan dengan uang, termasuk penganggaran, benar-benar membuatku stres sehingga James dan aku memiliki pengaturan di mana dia memberi saya uang saku, yang memungkinkan saya menjadi ibu penuh waktu dan memiliki uang tunai untuk beberapa kemewahan, tanpa harus khawatir itu habis,” terangnya.



Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.