Wisata Religi, Ini 5 Masjid dengan Arsitektur Unik di Jakarta

Masjid Babah Alun di Cilandak, Jakarta Selatan (Instagram @arnesio0397)


JAKARTA memiliki sejumlah objek wisata religi di antaranya adalah masjid bersejarah atau berasitektur unik. Masjid di Indonesia termasuk Jakarta memang tak lepas dari perpaduan budaya. Ini terlihat dari pola arsitekturnya.

Gaya bangunan masjid di Jakarta pada umumnya campuran antara pola Timur Tengah, Eropa, India, China dan unsur nusantara. Keindahan bangunannya membuat masjid jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berziarah bahkan foto-foto.

Dilansir dari akun Instagram resmi @disparekrafdki, Selasa (3/11/2020), berikut 5 masjid dengan gaya arsitektur unik di Jakarta :


Masjid Ramlie Mustofa

Masjid yang terletak di Jalan Danau Sunter Selatan 1 Blok. 1 10 Nomor 12 C, Jakarta Utara atau tepatnya berada di seberang danau Sunter ini memiliki desain yang megah dan unik loh Okezoners.

Masjid yang sekilas mirip Taj Mahal, India ini memang terinspirasi dari bangunan tersebut. memiliki luas sekitar 2000 meter persegi, masjid megah ini juga memadukan 4 unsur budaya yaitu Indonesia, Tionghoa, India, dan Arab.

Masjid Ramlie Mustofa (Okezone.com/Sukardi)

Hal unik lainnya terletak di bagian depan Masjid Ramlie Mustofa ini, terdapat ukiran surat Al-Fatihah yang menggunakan tiga bahasa sekaligus yaitu Arab, Indonesia, dan Mandarin. Hal tersebut dimaksudkan agar mempermudah para muallaf atau wisatawan asing yang berasal dari Tionghoa mengerti arti dari surat tersebut.


Masjid KH Hasyim Asy’ari

Masjid ini dikenal juga dengan nama lain Masjid Daan Mogot. Masjid dengan gaya arsitektur budaya betawi ini terletak di Jalan Daan Mogot KM.14,5, Pesakih, Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat.

Masjid dengan nuansa betawi ini dapat dilihat dari 5 menara yang mengelilingi masjid dengan hiasan lisplang khas betawi berwarna coklat muda. Masjid K.H Hasyim Asy’ari ini juga merupakan masjid raya pertama di Jakarta yang dapat menampung hingga 12.500 jamaah.


Dibangunnya masjid ini diharapkan mampu menjadi ikon Ibu Kota Jakarta dengan gaya arsitektur khas betawi dan juga masjid ini merupakan masjid pertama yang menggunakan nama tokoh Pahlawan Nasional Hasyim Ashari.


Masjid Agung Al Munada Darussalam Baiturrahman

Masjid ini disebut dengan masjid perahu karena disini terdapat sebuah bangunan yang berbentuk perahu yang lokasinya tepat berada di samping masjid tersebut. bangunan berbentuk perahu ini biasa digunakan sebagai tempat untuk berwudhu.

Masjid tersebut telah berdiri sejak tahun 1962 dan mempunyai corak bangunan dominasi Jawa-Tiongkok kuno. Menurut informasi, bangunan berbentuk perahu tersebut terinspirasi dari kisah bahtera atau kapal Nabi Nuh untuk menyelamatkan umatnya.

Masjid ini berada di Jalan Menteng Pulo No.23, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Bangunan masjid perahu ini sebagian besar dibangun menggunakan kayu jati dan perpaduan warna oriental di dalam masjidnya.


Masjid Cut Meutia

Masjid ini terletak di Jalan Taman Cut Mutiah, No.1, Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan masjid yang berdiri sekitar tahun 1910 ini merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah dari zaman Belanda.

Masjid yang dahulu kerap berubah-ubah fungsinya ini memiliki gaya arsitektur Eropa yang khas dengan dominasi warna putih yang megah dan terkesan luas serta elegan yang bisa anda lihat ketika tiba di Masjid Cut Meutia ini.

Bangunan peninggalan Belanda tersebut diubah menjadi masjid pada tahun 1987 dan masuk dalam daftar warisan cagar budaya yang dilindungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masjid Cut Meutia

Salah satu keunikan Masjid Cut Meutia ini adalah mihrabnya yang diletakkan di samping kiri dari saf solat, sehingga posisi safnya miring terhadap bangunannya sendiri. Hal ini dikarenakan bangunan masjid tidak tepat mengarah ke kiblat dan memang bangunan ini dahulu bukanlah sebuah masjid.


Masjid Babah Alun

Masjid yang terletak di samping tol Depok-Antasari (Desari), Cilandak, Jakarta Selatan ini didominasi warna merah, hijau dan kuning yang nampak unik dan cantik. Masjid dengan gaya arsitektur oriental Tiongkok ini menjadi salah satu destinasi wisata religi di wilayah Jakarta Selatan.

Dalam budaya Tionghoa, merah memiliki arti kesuksesan dan keberuntungan, hijaau sebagai warna kedamaian, dan kuning memiliki arti kemakmuran atau kejayaan.

Unsur dari tiga budaya yaitu, Tionghoa, Indonesia dan Arab nampak jelas pada bangunan masjid ini. bentuk atap masjid tersebut berbentuk kerucut dan melengkung seperti kebanyakan arsitektur atap bangunan Tionghoa.

Dekorasi pada dinding Masjid Babah Alun ini juga dihiasi ornamen khas Tionghoa dengan tulisan kaligrafi. Ruang terbuka hijau di area masjid ini juga dimanfaatkan dengan diisi dan ditanami pohon zaitun yang semakin memperindah keunikan masjid tersebut.





Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.