3 Fakta Unik Pilot, dari Kebiasaan Makan hingga Ramp Delay

https: img.okezone.com content 2020 12 29 406 2335528 3-fakta-unik-pilot-dari-kebiasaan-makan-hingga-ramp-delay-dS5RrZYVx2.jpg
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PERNAHKAH Anda bertanya-tanya apakah yang pilot makan saat penerbangan? Apakah pilot mengonsumsi makanan yang sama dengan penumpang?

Seorang pensiunan kapten pilot maskapai US Airways yang juga menjalankan perusahaan konsultan keselamatan penerbangannya sendiri, Sistem Operasi Keselamatan, John Cox menjawab berbagai pertanyaan tentang penerbangan dalam artikel USA Today.

Dilansir Okezone dari USA Today, berikut beberapa pertanyaan dari netizen yang kemudian dijawab langsung oleh John Cox.

Pertanyaan pertama berasal dari seseorang asal New York bernama Buffalo, "Apakah pilot makan makanan maskapai penerbangan?"

John menjawab, biasanya para pilot memiliki makanan yang sama dengan penumpang. Pada penerbangan yang panjang ada makanan khusus awak kapal, tetapi dibuat sangat mirip dengan makanan yang disajikan kepada penumpang pesawat.

Pertanyaan kedua, dari Pete-flyer, U.K., "Istri saya sangat sensitif terhadap penyakit ketinggian pada penerbangan jarak jauh. Boeing 787 dan Airbus 350 berbicara tentang tekanan kabin sekira 6.000 kaki, tetapi apakah para pilot mematuhinya atau terbang lebih tinggi untuk menghemat bahan bakar?"

Dalam artikel "Ask the Captain" USA Today, John menjelaskan, ketinggian kabin yang dikutip adalah plafon layanan maksimal. Ini berarti pada ketinggian maksimum yang disertifikasi 43.000 untuk Boeing 787 dan 41.500 untuk A350, ketinggian kabin akan menjadi 6.000 kaki. Tidak lazim bagi sebuah pesawat terbang untuk terbang pada ketinggian maksimum, sehingga ketinggian kabin menjadi lebih rendah.


Pertanyaan terakhir diajukan oleh John C., Glenshaw, Pennsylvania, "Alasan yang saya dengar beberapa kali tentang ramp delays adalah: "Pesawat kelebihan muatan bahan bakar!" Saya memahami berat dan keseimbangan pesawat sangat penting. Apakah ini benar-benar terjadi? Saya belum pernah melihat pesawat menurunkan muatan bahan bakar, bagaimana prosedur umumnya?"

Ramp delays itu memang terjadi. Beban bahan bakar dihitung berdasarkan antisipasi jumlah penumpang dan kargo. Jika salah satu perubahan maka konsekuensinya adalah beban bahan bakar yang terlalu banyak. Ini lebih sering terjadi pada pesawat jet regional yang lebih kecil daripada di jet yang lebih besar.

Bahan bakar bisa dibongkar, tapi ini jarang dilakukan. Biasanya barang atau tas diturunkan sampai berat yang dibutuhkan tercapai.

Itulah beberapa jawaban mengenai penerbangan. Ada kalanya pengetahuan dasar tentang pesawat atau penerbangan memang harus diketahui agar Anda dapat memprediksi dan antisipasi saat berpergian menggunakan pesawat.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.