6 Cara Atur Keuangan Pasangan Muda agar Tak Berantem

https: img.okezone.com content 2020 12 29 622 2335693 6-cara-atur-keuangan-pasangan-muda-agar-tak-berantem-v4nyiz8ZcE.png
Tips Keuangan Bagi Pasangan yang Baru Menikah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Memulai kehidupan baru setelah menikah, tentu harus dibarengi dengan mengatur keuangan rumah tangga. Sebab, kepiawaian mengatur keuangan, menjadi salah satu kunci keberhasilan ke depannya.

Tanpa rencana, uang terkadang bisa menjadi sumber konflik dalam sebuah pernikahan. Keuangan berdampak besar pada banyak pilihan gaya hidup pasangan. Setelah menikah, sebagian orang memilih menggabungkan keuangan dengan menggunakan rekening bank, mengajukan pajak, dan membeli rumah pertama bersama.


Dilansir dari The Balance Jakarta, Selasa (29/12/2020), Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan oleh pasangan baru untuk memulai pengelolaan uang agar mencapai tujuan keuangan bersama, dan membangun kekayaan.

1. Diskusikan Motivasi Keuangan

Bersikaplah transparan dengan pasangan dan temukan filosofi pengelolaan uang pada diri sendiri. Memahami motivasi keuangan, dapat membentuk interaksi di masa depan, tanpa menimbulkan risiko kemarahan atau penilaian buruk pada pasangan yang terlalu banyak mengeluarkan uang.

2. Susun Tujuan Keuangan

Menemukan tujuan baru bersama pasangan, dapat membuat pengelolaan uang lebih menyenangkan. Maka, tuliskan tujuan keuangan baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.

Menyusun dan memprioritaskan tujuan keuangan bersama memberikan kerangka kerja untuk pengeluaran dan tabungan untuk mencapai kesepakatan. Pendapat tiap pasangan tentang masa depan mungkin berbeda, jadi mulailah berdiskusi bagaimana cara bahagia bersama pasangan.

3. Buat Daftar Aset dan Liabilitas (Utang)

Sebelum menikah, kedua pasangan mungkin sudah memiliki beberapa asset. Beberapa juga mungkin memiliki beberapa utang. Aset bisa termasuk mobil, rumah, rekening tabungan, dan rekening investasi, sedangkan utang dapat terdiri dari pinjaman, hipotek, atau tagihan kartu kredit.

Sejak awal harus tahu persis apa yang dibawa masing-masing pihak ke rumah tangga. Sebab, utang dan aset memengaruhi kebiasaan belanja dan kualifikasi pinjaman bersama. Diskusikan rencana pembayaran apakah akan menangani utang sendiri atau bersama.

4. Gabungkan Keuangan Setelah Menikah

Putuskan bersama pasangan apa akan menggabungkan keuangan atau tidak. Beberapa keuangan yang bisa digabungkan antara lain rekening bank, kartu kredit, pajak, dan utang.

Menggabungkan keuangan memungkinkan pasangan untuk berkontribusi dan membayar tagihan bersama, daripada menentukan bagaimana membagi pengeluaran. Perlu diingat, ini membutuhkan lebih banyak diskusi dan berpotensi menimbulkan konflik.



5. Tetapkan Anggaran Bulanan

Gunakan tujuan keuangan yang telah ditetapkan untuk menentukan jenis anggaran bulanan yang akan digunakan dan sepakati batas pengeluaran. Pastikan untuk selalu mengontrol dan mengukur keberhasilan anggaran.

Kemudian, putuskan siapa yang akan mengelola berbagai pengeluaran sehari-hari. Misalnya, satu orang membayar tagihan, sementara yang satu lagi menginvestasikan uang atau menyiapkan deposit langsung untuk tagihan lain.

6. Evaluasi Asuransi

Setelah menikah, penting untuk membeli asuransi. Misalnya, asuransi kesehatan mungkin lebih terjangkau pada paket tempat kerja pasangan, dan berpotensi menghemat dengan menggabungkan asuransi mobil ke dalam satu paket.

Apabila membuat komitmen keuangan yang bergantung pada dua pendapatan, seperti membeli rumah atau memiliki anak, asuransi jiwa dapat sangat berguna jika terjadi sesuatu di masa depan.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.