7 Dekade Karir Pierre Cardin, Bikin Paris Jadi Kiblat Fesyen Dunia

https: img.okezone.com content 2020 12 29 194 2335957 7-dekade-karir-pierre-cardin-bikin-paris-jadi-kiblat-fesyen-dunia-LymSqGIf5L.jpg
Pierre Cardin (Foto: CTV News)

Pierre Cardin, desainer kenamaan dunia ini meninggal dunia di usia 98 tahun di sebuah rumah sakit di Neuilly di barat Paris. Ia pun telah menjajaki dunia mode sudah 7 dekade lamanya.

"Dengan sangat sedih para anggota Akademi Seni Rupa mengumumkan kematian sahabat kami, Pierre Cardin," cuit Akademi Seni Rupa Prancis seperti dilansir dari CNBC.

"Ini adalah hari kesedihan besar bagi seluruh keluarga kami. Pierre Cardin tidak ada lagi," kata keluarganya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu dilansir dari laman The New York Times, Pierre Cardin berpengalaman mendandani para artis terkenal, tokoh politik hingga para borjuis.

Selain itu ia juga seorang pedagang yang sangat terkenal dengan merk internasional. Namanya ditempelkan pada setiap produk hasil tangannya, tidak terlalu megah, namun dapat membuat memanjakan mata.

Beberapa produk rancangannya seperti gaun, handuk mandi, pakaian renang, minyak wangi, bahkan asbak dan toples acar. Dia pria yang sangat produktif. Cardin juga memproduksi mode untuk massa, kebutuhan yang siap pakai namun indah. Dalam karirnya selama 7 dekade, Cardin tetap menjadi seorang futuristik.

"Dia sangat menyukai teknologi dan sangat menyukai gagasan tentang kemajuan," kata Andrew Bolton, Kepala Kurator di Institut Kostum Museum Seni Metropolitan.

Pada 1958 Cardin mendandani pria dan wanita dengan pakaian antariksa. Kemudian pada 1969, NASA menugaskannya untuk membuat interpretasi pakaian antariksa. Dia pria penuh imajinasi.

“Gaun yang saya suka adalah yang saya ciptakan untuk kehidupan yang belum ada," terang Andrew mengulang kalimat yang pernah diucapkan Cardin.

Desainnya dipengaruhi oleh bentuk geometris, sering kali dibuat dalam kertas perak, kertas, dan vinil berwarna cerah. Material tersebut akan membentuk estetika dominan di awal 1960-an, yakni siluet baru yang berlawanan kontur alami tubuh dan bagaimana tampak aseksual.

“Kemampuannya memahat kain dengan sensibilitas arsitektur adalah ciri khasnya,” tambahnya.

Menurutnya, Cardin mendapat inspirasi dari mana-mana, baik itu pagoda yang pernah ia kunjungi di China, lukisan Op Art atau desain otomotif.

Selanjutnya desain pakaian siap pakai pria miliknya yang diperkenalkan pada 1960, jelas lebih sesuai dengan garis bentuk tubuhnya. Dibangun di atas bahu yang sempit, lubang lengan yang tinggi, dan pinggang yang pas, setiap pemakaianya nampak ramping, namun agak berat.


Cardin telah meletakkan dasar bagi kerajaan global di dunia mode pada akhir 1950-an. Pada saat Prancis menjadi kiblat mode dunia yang tidak terbantahkan, ia membawa desainnya ke Moskow, Tokyo, dan Beijing, melakukan lebih banyak hal untuk mengikis batas internasional dari desainer mana pun saat ini.

Pada 1957, ia menjadi orang pertama yang menjalin hubungan bisnis dengan Jepang, dan pada 1959 ia menjual pakaiannya di sana. Ia mampu meraih pasar yang luas dan belum tersentuh untuk pakaian modis di Eropa Tengah dan Asia.

Pada akhir 1960-an Cardin menawarkan desainnya untuk produksi massal di China. Pada tahun 1983, Cardin menjadi couturier Prancis pertama yang menembus Uni Soviet. Hebatnya, desainnya diproduksi di pabrik Soviet dan dijual di bawah label Cardin di butik Cardin di Moskow.


Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.