Bar Berusia Lebih dari 2.000 Tahun Ditemukan di Pompeii

Bar berusia lebih dari 2.000 tahun ditemukan di Pompeii, Italia. Bar dalam keadaan terawat, meski tertutup abu vulkanik bekas letusan gunung api tahun 79 masehi. Ilustrasi. (AFP/Filippo Monteforte).

Bar makanan cepat saji atau fast food yang berusia lebih dari 2.000 tahun ditemukan di PompeiiItalia. Pompeii merupakan kota yang terkubur lahar mendidih ketika gunung berapi meletus pada tahun 79 masehi.

Bar makanan atau dalam bahasa Latin dikenal dengan Thermopolium ini ditemukan di Taman Arkeologi, situs Regio V yang sudah digali sejak tahun lalu. Bar ini terletak di persimpangan sibul Silver Wedding Street dan Alley of Balconies.

Arkeolog menemukan konter makanan cepat saji itu dalam keadaan yang terawat baik tertutup abu vulkanik. Bar ini dihiasi oleh pola polikrom yang identik dengan era Romawi. Arkeolog menemukan lukisan dinding dengan gambar bidadari Nereid yang menunggangi kuda laut dan gladiator dalam pertempuran.

Para arkeolog juga menemukan sejumlah gambar, termasuk penggambaran hewan yang diyakini sebagai menu makanan. Tampak dalam gambar itu bebek mallard dan juga ayam jago yang disajikan dengan anggur atau minuman panas.

Dari penemuan ini, peneliti juga berhasil mengumpulkan informasi penting mengenai kebiasaan gastronomi di Pompeii dan kota tetangga, Herculaneum.

Peneliti menemukan pecahan tulang bebek serta sisa-sisa babi, kambing, ikan, dan siput dalam pot gerabah. Beberapa bahan dimasak bersama layaknya paella era Romawi.

Pada salah satu toples juga ditemukan kacang fava yang dihancurkan dan digunakan untuk mengubah rasa anggur. Bar makanan ini jadi bukti dan saksi peradaban kuno.

"Selain menjadi saksi kehidupan sehari-hari di Pompeii, kemungkinan untuk menganalisis yang diberikan oleh thermopolium ini luar biasa karena untuk pertama kalinya kami telah menggali situs secara keseluruhan," kata direktur jenderal di Taman Arkeologi Pompeii, Massimo Osanna, dikutip dari AFP.

Peneliti juga menemukan jasad seorang pria yang diperkirakan berusia 50 tahun di dekat tempat tidur anak-anak.

"Konter ini tampaknya telah ditutup dengan tergesa-gesa dan ditinggalkan oleh pemiliknya, tetapi ada kemungkinan seseorang, mungkin lelaki tertua, tetap tinggal dan binasa selama fase pertama letusan," kata Osanna kepada kantor berita Ansa.

Ada pula seseorang yang diyakini sebagai seorang pencuri. Dia tengah mengambil tutup panci.


"Dia terkejut dengan uap yang terbakar tepat saat tangannya memegang tutup panci yang baru saja dia buka", kata Osanna.

Bar ini merupakan satu dari sekitar 80 penjual makanan di Pompeii.

Untuk diketahui, Pompeii adalah situs kedua yang paling banyak dikunjungi di Italia setelah Colosseum di Roma. Tahun lalu, Pompeii berhasil menarik sekitar empat juta wisatawan.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.