Berumur 400 Tahun, Kenali Rogan Seni Tekstil dari India


SETIAP daerah dan negara memiliki ciri khas masing-masing, baik makanan, hewan bahkan pakaian. Salah satu yang mungkin mudah dikenali adalah kain dengan motif tertentu.

Salah satu negara yang memiliki kain dengan motif yang beragam adalah India. Layaknya di Jawa dengan batik, kain di India pun juga ada yang dibuat dengan teknik khusus bernama rogan.

Rogan adalah sebuah teknik dekoratif tekstil yang turun-temurun semenjak empat ratus tahun yang lalu di daratan India, sempat mendekati ambang kepunahan. Untuk beberapa lama, hanya satu keluarga pengrajin di dunia yang mampu melestarikan kesenian tersebut.

Melansir Highend, berasal dari Persia, seni Rogan tiba di wilayah Kutch di Gujarat, sekitar 400 tahun yang lalu. Seni tekstil ini, yang umumnya dilakukan oleh kaum pria, diaplikasikan sebagai hiasan pada pakaian pengantin suku-suku daerah.

Teknik ini juga digunakan pada ghagras (rok berornamen panjang), odhanis (sejenis sari kecil yang dikenakan di atas pakaian lain), dan seprei. Seiring waktu, Rogan berevolusi dari teknik dekoratif untuk tekstil, menjadi kesenian yang lebih unik dan rumit.

Rogan, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi 'minyak' dalam bahasa Persia, adalah teknik melukis di atas kain dengan pasta kental berwarna cerah yang dibuat dengan minyak biji jarak.

Minyak ditekan dan diekstraksi dari biji jarak, kemudian dipanaskan hingga 12 jam. Setelah mengental, kemudian ditambahkan air dingin dan dicampur dengan pewarna alami untuk membuat pasta yang cerah dan berwarna-warni.

Digunakan dalam jumlah kecil, 'cat' ditempatkan di telapak tangan pengrajin, ditarik menjadi 'benang' halus dan dipelintir menjadi berbagai motif seperti bunga, binatang dan bentuk-bentuk geometris menggunakan alat berupa batang logam kecil.

Kain tersebut kemudian dilipat, sehingga menciptakan desain yang simetris. Detail yang lebih halus kemudian ditambahkan untuk melengkapi desain.

Sayangnya, seni yang indah ini perlahan-lahan menghilang dengan munculnya tekstil buatan mesin yang lebih murah. Untuk beberapa waktu, Abdul Gafur Khatri dan keluarganya yang tinggal di desa Nirona merupakan seniman-seniman Rogan yang terakhir yang mempertahankan bentuk seni langka ini.

Atas dedikasinya dan karya-karya mereka yang luar biasa, keluarga pengrajin ini telah memenangkan Padma Shri Award, penghargaan kerajinan internasional, 4 penghargaan nasional, 3 sertifikat prestasi nasional, dan 7 penghargaan negara bagian.

“Kami telah berlatih Rogan selama 46 tahun. Jika kita tidak melakukan ini, tidak ada orang lain yang akan melakukannya dan seninya akan hilang selamanya. Saya tidak pernah bermimpi melakukan hal lain," kata Abdul Gafur Khatri berkomentar di sebuah situs yang didedikasikan untuk seni Rogan.

"Ini adalah tanggung jawab kami untuk membawa tradisi kuno kami ke depan, membuat perubahan dan meningkatkan desain sebanyak yang kami bisa," tambah dia.

Untungnya, karya seni tersebut telah mengalami beberapa momen kebangkitan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2010, sebagai langkah untuk meningkatkan status kesenian ini, seni lukis Rogan dilestarikan dan dihidupkan kembali dengan cara diajarkan kepada para seniman perempuan di desa tersebut.

Pada 2014, seni Rogan menarik perhatian dalam skala global ketika Perdana Menteri Narendra Modi menghadiahkan satu set lukisan 'Pohon Kehidupan' Rogan kepada Presiden Amerika Serikat saat itu, Barack Obama.

Kini, selain hiasan dinding, seni Rogan yang mewah dan penuh detail ini juga dapat dilihat pada berbagai produk fashion dan perlengkapan rumah yang lebih kekinian seperti tas, bantal, taplak meja, bahkan masker.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.