Diare Kronis pada Lansia, Bagaimana Cara Mencegahnya?


Diare adalah masalah pencernaan yang menyebabkan frekuensi buang air besar meningkat dan tinja menjadi encer. Masalah pencernaan ini umum terjadi dan pernah dialami oleh hampir semua orang.

Jenis diare yang biasanya dialami banyak orang adalah diare akut yang dapat sembuh dalam beberapa hari tanpa komplikasi. Namun, diare juga dapat berlangsung lebih lama, hingga 2-4 minggu. Kondisi ini disebut diare kronis.

Jenis diare ini tentu sangat mengganggu, apalagi bagi orang yang sudah lanjut usia atau lansia. Diare kronis bisa menyebabkan gejala lainnya yang membuat tidak nyaman, seperti demam dan mual. Penting untuk mengetahui cara mencegah diare kronis pada lansia agar mereka terhindar dari masalah kesehatan yang bisa berkembang menjadi serius tersebut.

Penyebab Diare Kronis pada Lansia

Diare kronis terkadang disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya. Kondisi medis yang sering menjadi penyebab diare kronis pada lansia, antara lain:

  • Radang usus buntu.
  • Kanker usus besar.
  • Penyakit Crohn (radang saluran pencernaan).
  • Divertikulitis (radang kantong usus besar).
  • Kolitis iskemik (kondisi yang menyebabkan cedera usus besar karena suplai darah berkurang atau terputus).
  • Kolitis ulseratif (radang atau borok di saluran pencernaan).
  • Tumor karsinoid.
  • Sirosis hati.
  • Diabetes.
  • Pankreatitis kronis (kerusakan pankreas akibat peradangan berkepanjangan).
  • Kanker pankreas.
  • Penyakit Celiac (konsumsi gluten yang dapat merusak usus kecil).

Lansia yang mengalami diare yang tidak kunjung membaik setelah menerima perawatan rumah, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Selama kunjungan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala yang dialami, seperti seberapa sering buang air besar, adakah gejala lainnya, dan adakah riwayat masalah pencernaan baik pribadi maupun dalam keluarga.

Setelah itu, dokter mungkin juga merekomendasikan pemeriksaan darah lengkap atau mengambil sampel feses untuk memeriksa infeksi atau peradangan. Sampel feses dapat mengungkapan peningkatan sel darah putih yang bisa menjadi tanda peradangan dalam tubuh atau adanya bakteri atau parasit di tinja. Sampel tersebut juga mengungkapkan lemak di tinja yang dapat mengindikasikan pankreatitis kronis atau penyakit Celiac.


Pola makan bisa berpengaruh pada diare kronis yang dialami lansia. Bahan-bahan makanan tertentu dapat mempercepat laju pencernaan dan menyebabkan makanan melalui usus besar dengan cepat. Makanan yang biasanya menyebabkan diare kronis, yaitu susu dan pemanis buatan (sorbitol dan fruktosa). 

Pola makan bisa berpengaruh pada diare kronis yang dialami lansia. Bahan-bahan makanan tertentu dapat mempercepat laju pencernaan dan menyebabkan makanan melalui usus besar dengan cepat. Makanan yang biasanya menyebabkan diare kronis, yaitu susu dan pemanis buatan (sorbitol dan fruktosa). (GS)

Sumber : Halodoc

No comments

Powered by Blogger.