Ini Batasan Jam Operasional Tempat Wisata di Jakarta Selama Libur Nataru 2021

 https: img.okezone.com content 2020 12 17 406 2329332 ini-batasan-jam-operasional-tempat-wisata-di-jakarta-selama-libur-nataru-2021-sAkkceTmeH.jpg

 

PEMPROV DKI Jakarta membatasi jam operasional tempat wisata, bioskop, kafe, restoran atau rumah makan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, untuk mencegah kerumunan serta penyebaran COVID-19.

Pembatasan jam operasional ini tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan COVID-19 di Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang diteken Anies Baswedan.

Dalam salinan Ingub yang diterima Okezone, Kamis (17/12/2020), Gubernur Anies menginstruksikan jajarannya agar mengendalikan kegiatan masyarakat pada masa libur akhir tahun.

Kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Anies menginstruksikan agar menetapkan protokol kesehatan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab, warung makan, rumah makan, kafe, restoran, bioskop dan tempat/kawasan wisata selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 dengan ketentuan:

a. menerapkan batasan jam operasional paling lama sampai dengan pukul 21.00 WIB

b. khusus pada tanggal 24 Desember 2020 sampai dengan 27 Desember 2020 dan tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021 batasan jam operasional paling lama sampai dengan pukul 19.00 WIB, khusus bioskop jadwal tayang terakhir pukul 19.00 WIB;

c. membatasi jumlah pengunjung paling banyak 50% dari total kapasitas.

Menurut Anies, Ingub dan Sergub diterbitkannya merupakan langkah antisipasi ekstra dari Pemprov DKI menghadapi musim liburan yang berpotensi terjadinya paparan virus COVID-19, sekaligus memperkuat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Gubernur Anies menambahkan meskipun dalam Ingub dan Sergub mengatur terkait kegiatan usaha, seperti contohnya pada poin 1b dan 1c Sergub 17 tahun 2020, namun semangat yang ingin diimplikasikan adalah pengendalian kegiatan yang sifatnya sosial dan keluarga. Sebab, Jakarta sendiri sempat mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 pada klaster keluarga akibat libur panjang pada periode Oktober dan November lalu.

“Concern kita masa liburan kegiatan bersama dalam lingkar kegiatan non usaha, karena itu seruan kita akan siapkan. Bahwa yang kita atur pengetatannya potensi di luar rumah itu tinggi yaitu pada tanggal 24 sampai 27 Desember, 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Periode yang harusnya masyarakat ada di rumah,” kata Anies.

“Diharapkan melalui Ingub dan Sergub ini, hal yang tidak kita inginkan (lonjakan kasus) tidak terjadi. Kami mengimbau agar mayarakat tetap memprioritaskan berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang mendasar atau mendesak, sehingga insya Allah ikhtiar kita bersama ini akan membawa kita ke fase selanjutnya yakni masyarakat yang aman sehat dan produktif,” pungkas Anies.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.