Kado untuk Hari Ibu, 3 Puisi Menyentuh Hati dari Menteri Jokowi hingga Anne Avantie


https: img.okezone.com content 2020 12 21 612 2331732 kado-untuk-hari-ibu-3-puisi-menyentuh-hati-dari-menteri-jokowi-hingga-anne-avantie-lVl26alSo9.jpg
PADA
momen Hari Ibu 22 Desember, banyak cara yang bisa dilakukan anak sebagai bentuk bakti pada ibu. Tidak hanya sekadar memberikan ucapan selamat hari ibu, tetapi ada hal lain. Salah satunya adalah memberikan kado untuk Hari Ibu, seperti puisi.

Puisi adalah kado untuk Hari Ibu. Ya, puisi tentang ibu bisa menjadi kado hari ibu yang berkesan. Puisi bisa jadi cara lain menyampaikan kasih sayang, tak hanya sekadar ucapan Hari Ibu.

Jika Anda tertarik untuk memberikan puisi hari ibu, bisa dibacakan langsung atau ditulis dalam secarik kertas, maka berikut ini 3 puisi tentang ibu yang bisa membuat air mata bangga berlinang di mata sang ibu. Penasaran?

1. Puisi Hari Ibu Presiden Jokowi dan menteri perempuannya

 puan

Puisi ini berjudul 'Pesan Ibu Bangsa', dibacakan secara bergantian oleh para menteri yang hadir.

Puan Maharani: "Jadilah ibu yang memperkokoh karakter, memperhalus budi, dan mengajarkan tradisi luhur, demi kebangkitan bangsa".

Retno LP Marsudi: "Jadilah ibu yang menjalin silaturahim, menjaga kehormatan dan menjunjung kemanusiaan demi martabat bangsa".

Nila F Moeloek: "Jadilah ibu yang merawat, menjaga dan menyembuhkan demi keselamatan bangsa".

Siti Nurbaya: "Jadilah ibu yang memelihara, menata, menciptakan lingkungan yang nyaman, demi kelestarian bangsa".

Yohana Yembise: "Jadilah ibu yang melindungi generasi masa depan dan membangun sesamanya demi keberlangsungan bangsa".

Sedangkan Sri Mulyani yang tidak hadir digantikan Bu Syana, penjual salak: "Jadilah ibu yang jujur dan cermat dalam berhitung, cerdas mengelola, anti korupsi, demi kemakmuran bangsa".

Sementara Khofifah Indar Parawansa diganti Bu Selina (penjual sagu): "Jadilah ibu yang peka dan berempati, selalu mengulurkan tangan untuk memberi pertolongan demi kesejahteraan bangsa".

Susi Pudjiastuti diganti Ibu Feli (penjual pinang): "Jadilah ibu yang tegas, berani menegur bila ada yang salah, jika perlu, tenggelamkan! Demi keutuhan bangsa".

Dan Rini Soemarno digantikan Ibu Dominggus: "Jadilah ibu yang tidak segan bekerja, menggali potensi diri, membantu peningkatan pendapatan, demi kemajuan bangsa".

"Jadilah Ibu Bangsa, wahai perempuan Indonesia," kata Presiden Jokowi menutup puisinya.

 

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.