Youtube memberlakukan berbagai aturan dalam memposting video. (Foto: Istockphoto/pressureUA)


Jakarta, Youtube memberlakukan aturan-aturan di setiap negara. Platform media sosial itu mengeluarkan aturan-aturan tersebut guna mendidik para penggunanya lebih bijak dalam memposting video di kanal Youtube, contohnya soal copywriter.

Setidaknya masih ada beberapa poin penting lain, soal hoaks dan konten-konten yang tidak sesuai lain. Untuk kasus ini Youtube cukup ketat sampai harus menghapus secara sepihak.

Melansir laman Youtube (21/12), perusahaan menilai, konten yang diunggah harus bertanggung jawab kepada semua pihak, agar saling menghargai antar pengguna Youtube.

Youtube Respons Video Front TV Punya FPI Kembali Menghilang
Untuk menghindarinya, kamu harus mengetahui aturan main Youtube. Berikut beberapa tips yang dapat dihindari agar postingan tidak dihapus atau hilang dari kanal Youtube:


1. Konten seksual
Mengunggah konten yang vulgar untuk memberi kepuasan seksual penonton merupakan hal yang tidak diizinkan Youtube. Hal ini akan berlanjut kepada penindakan penghapusan konten hingga pemberhentian channel.

Konten seksual yang disebut mencakup beberapa penggambaran, di antaranya tindakan seks, penggambaran alat kelamin, animasi pornografi, dan eksploitasi seksual.

Lebih lanjut ia menjelaskan, konten yang berisi fetisisme juga akan dihapus oleh Youtube, atau akan dikenai pembatasan usia bagi penontonnya. Youtube juga akan menindak pelbagai konten yang bernuansa kekerasan atau memalukan satu pihak.

Jika hal ini terjadi pada salah satu konten, maka pihak Yotube akan menghapus konten tersebut dan memberikan peringatan kepada pengunggahnya melalui email.

Beberapa tahapan teguran juga dilayangkan kepada pengguna hingga mendapatkan tiga kali teguran tertulis, yang berujung pemberhentian channel.

2. Konten merugikan atau berbahaya
Youtube juga tidak memberikan izin konten yang dapat mendorong aktivitas berbahaya atau melanggar aturan, yang dapat menimbulkan cedera fisik hingga kematian.

Jika ada konten yang tersirat seperti yang sudah disebut, Youtube akan meninjau seberapa berbahaya kontennya, hingga berujung pada penghapusan konten.

Beberapa hal juga harus diperhatikan agar tidak melanggar peraturan ini, seperti menghindari lelucon yang berbahaya dan mengancam, petunjuk untuk membunuh dan melukai seseorang, peristiwa kekerasan, dan peretasan.

3. Konten mengandung ujaran kebencian
Keselamatan kreator, penonton dan berbagai elemen di sekitar menjadi prioritas bagi Youtube. Hal tersebut menjadi fokusnya dalam melindungi seluruh ekosistem yang ada di dalamnya, termasuk menghindari konten yang mengandung ujaran kebencian.

Youtube memiliki kebijakan untuk tidak mengizinkan konten yang mengandung Hate Speech, dan dengan tegas akan menghapus konten yang menyerukan kekerasan atau kebencian terhadap individu.

Dalam menjalankan aturan ini, Ia juga menganjurkan untuk tidak memposting konten yang bertujuan untuk melakukan beberapa hal, seperti menganjurkan mengunggah konten berbentuk ancaman.

4. Konten ancaman
Youtube tidak memberikan izin untuk kreator yang mengunggah konten yang isinya menjadi bentuk ancaman bagi individu. Ia juga menjelaskan, konten yang berisi penghinaan yang berkepanjangan atau kejam juga menjadi hal yang tidak diizinkan dalam penggunaan jejaring berbagi video tersebut.

Konten yang dimaksud merupakan konten yang menampilkan ejekan berkepanjangan, penghinaan rasial atau berdasarkan atribut, status individu, kekerasan rumah tangga dan anak.

Lebih lanjut Ia juga menjelaskan beberapa konten yang mempermalukan, menipu, dan mempermalukan anak di bawah umur juga menjadi faktor penghapusan konten video oleh Youtube.

Sumber :cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.