Mitos atau Fakta, Minuman Manis Bisa Picu Kanker Paru


Mengonsumsi minuman manis berlebih dan hubungannya dengan penyakit diabetes mungkin sudah sangat familiar di telingamu. Namun, bagaimana dengan kaitannya terhadap penyakit kanker? Lalu, apakah benar kanker paru termasuk salah satu risikonya yang perlu diwaspadai?

Sebenarnya, keterkaitan antara konsumi gula berlebihan dengan penyakit kanker belum banyak diteliti. Akan tetapi, bukan berarti kamu menggampangkan penyakit ini. Kamu juga harus tahu apa saja faktor risiko kanker, terlebih kanker paru. Sebenarnya, bagaimana penjelasan konsumsi minuman manis berlebih dengan kanker?

Hubungan antara Konsumsi Minuman Manis dengan Risiko Kanker

Ternyata, ada beberapa keterkaitan antara mengonsumsi minuman manis dan risiko penyakit kanker, termasuk kanker paru. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

  • Konsumsi Minuman Manis Berlebihan Picu Obesitas

Konsumsi minuman manis berlebihan bisa memicu terjadinya obesitas. Nah, obesitas sendiri bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit kanker, termasuk kanker pencernaan, pankreas, mulut, hati, payudara, kandung kemih, ginjal, prostat, dan kanker rahim. 

  • Minuman Manis Membuat Lemak Visceral Menumpuk dalam Tubuh

Minuman manis menjadi pantangan bagi pengidap obesitas. Tidak hanya membuat berat badan meningkat, konsumsinya secara berlebihan juga mengakibatkan menumpuknya lemak pada area perut, yang disebut juga lemak visceral. Lemak jenis ini lebih berbahaya karena bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit kanker, jantung, dan diabetes.

  • Minuman Manis Memiliki Kadar Indeks Glikemik Tinggi

Kaitan antara konsumsi minuman manis dengan kanker termasuk angka indeks glikemiknya yang tinggi. Indeks glikemik sendiri merupakan ukuran yang menunjukkan pengaruh asupan karbohidrat dalam asupan yang masuk ke tubuh terhadap kadar gula pada tubuh. Semakin rendah angkanya, maka semakin baik. 

Sayangnya, minuman manis memiliki angka indeks glikemik yang tinggi. Hal ini mengakibatkan peningkatan risiko terjadinya masalah diabetes tipe 2 dan kadar insulin yang berlebihan pada tubuh. Nah, keduanya termasuk dalam faktor risiko terkait penyakit kanker payudara yang perlu diwaspadai, terlebih pada wanita. 

  • Kandungan Zat Kimia Berbahaya pada Minuman Manis

Mengonsumsi minuman manis yang disajikan dalam kemasan, seperti minuman soda, memiliki kandungan bahan kimia yang dinamakan 4-methylimidazole. Kandungan senyawa kimia ini disinyalir dapat meningkatkan risiko tubuh terserang penyakit kanker. Selain itu, kandungan yang sama dalam jus buah.

Risiko Konsumsi Minuman Manis dengan Jenis Kanker Lainnya

Sebuah studi yang diterbitkan oleh The British Medical Journal dengan total 100 partisipan membuktikan bahwa tambahan konsumsi minuman manis sebanyak sekitar 100 mililiter setiap harinya akan meningkatkan risiko terserang kanker secara menyeluruh sebesar 18 persen. Tidak hanya itu, risiko terserang kanker payudara pun meningkat sebesar 22 persen.

Meski begitu, studi tidak membuktikan secara signifikan kaitan antara konsumsi minuman manis dengan kanker paru, sehingga masih belum bisa dibuktikan bahwa minuman manis bisa picu kanker paru. Di sisi lain, beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker paru adalah merokok, menjadi perokok pasif, adanya riwayat keluarga, dan menghirup zat yang berbahaya.

Jadi, belum ada fakta yang membuktikan bahwa minuman manis bisa memicu risiko kanker paru, tetapi ada kaitan erat dengan jenis kanker lainnya, termasuk kanker payudara. Jika kamu merasakan adanya gejala kesehatan yang tidak lazim, jangan ragu untuk langsung bertanya pada dokter. (GS)

Sumber : Halodoc

No comments

Powered by Blogger.