Pergi ke Thailand Open, Tim Badminton Indonesia Sewa Pesawat

PBSI akhirnya memutuskan untuk menyewa pesawat untuk pergi ke Thailand Open pada Januari mendatang.
Praveen/Melati bakal berlaga di Thailand Open. (Dok. PBSI)

 

PBSI akhirnya memutuskan untuk menyewa pesawat untuk pergi ke Thailand Open pada Januari mendatang.

Pebulutangkis Indonesia akan mengikuti rangkaian tiga turnamen di Thailand yaitu dua turnamen Thailand Open yang berkategori Super 1000 dan turnamen BWF World Tour Finals.

Dengan kondisi tersebut, Tim badminton Indonesia bakal berada selama sebulan di Thailand.

"Tim Indonesia berangkat pada Senin (4/1) siang. Tim Indonesia akhirnya pergi dengan mencharter pesawat, bukan dengan pesawat komersial biasa," ucap Kabid Humas dan Media PBSI, Broto Happy kepada CNNIndonesia.com.

Pasangan Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengungguli Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Final kejuaran Daihatsu Indonesia Masters 2020. Jakarta, Minggu (19/1/2020). CNN Indonesia/Andry NovelinoKevin/Marcus dan kawan-kawan bakal berlaga di Thailand Open. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Setelah tiba di Thailand, Tim Badminton Indonesia akan langsung menjalani karantina selama seminggu sebelum turnamen berlangsung.

"Begitu tiba di Thailand, tim akan langsung menjalani tes swab. Total selama sebulan di Thailand, mungkin ada sekitar tujuh kali tes yang dilakukan."

"Selama karantina juga tetap bisa latihan persiapan karena jarak dengan hotel dan lapangan dekat. Namun pemain tidak boleh keluar dan jalan-jalan keluar area," ucap Broto.

Kevin Sanjaya Sukamuljo dan kawan-kawan akan mengikuti tiga turnamen di Thailand yaitu Yonex Thailand Open (12-17 Januari) dan Toyota Thailand Open (19-24 Januari yang merupakan kategori turnamen Super 1000.

Rangkaian turnamen di Thailand ditutup dengan BWF World Tour Finals yang merupakan turnamen untuk delapan pebulutangkis terbaik di tiap nomor.

Tiga rangkaian turnamen di Thailand ini merupakan upaya BWF untuk kembali menggulirkan roda kompetisi.

Setelah All England 2020, BWF memutuskan menghentikan kompetisi karena pandemi corona. BWF hanya menggelar Denmark Open yang urung diikuti oleh pebulutangkis Asia.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.