PHK massal dilaporkan di lebih dari 100 bisnis Taipei

Jumlah bisnis yang mengalami PHK massal mencapai angka tertinggi dalam sembilan tahun

(Foto CNA)

TAIPEI - Departemen Tenaga Kerja Taipei mengatakan sebanyak 101 bisnis telah melaporkan PHK massal hingga akhir November, menandai angka tertinggi dalam sembilan tahun.

Jumlah karyawan yang telah atau akan di-PHK oleh 101 bisnis berada pada 3.970, dengan industri grosir dan eceran menyumbang 27 persen dari total PHK - terbanyak di antara industri. Kepala Seksi Departemen Tenaga Kerja Taipei Shih Chen-su (施 貞 夙) mengatakan bahwa grosir dan eceran telah terpukul paling parah, pandemi jelas merupakan faktor pendorong dalam PHK massal, CNA melaporkan.

Menurut statistik departemen tenaga kerja, baik jumlah bisnis di Taipei yang memberhentikan orang maupun berapa banyak karyawan yang berfluktuasi selama sembilan tahun terakhir, dengan 2013 menjadi titik nadir untuk kedua angka tersebut. Hanya 55 bisnis yang merumahkan 2.136 orang pada tahun 2013, sementara pemutusan hubungan kerja yang tinggi terjadi pada tahun 2016, ketika 5.809 orang terpaksa keluar secara massal.

Departemen tenaga kerja mengatakan bahwa industri perhotelan dan katering menempati urutan kedua dalam jumlah bisnis yang mengajukan PHK massal, dengan 26 bisnis bertanggung jawab atas hilangnya 576 pekerjaan, diikuti oleh industri informasi dan komunikasi, di mana 18 bisnis memecat 458 orang.

Kasus PHK massal paling serius tahun ini terjadi di Far Eastern Air Transport Corp, yang melepas 528 karyawan, disusul pemberhentian 207 orang dari Mandarin Oriental Taipei.


Sumber : Taiwan News

No comments

Powered by Blogger.