Rapid Test Antigen Sudah Disetujui WHO, Ini Faktanya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyetujui penggunaan rapid test antigen di sejumlah negara yang jumlah PCR yang rendah. Rapid test antigen yang disetujui WHO ini karena memberikan hasil yang lebih cepat, yaitu hanya 15-30 menit, lebih mudah, dan biaya yang dikeluarkan juga lebih murah. 

Harga yang ditetapkan oleh WHO untuk rapid test antigen yaitu sebesar US$5 per buah, atau berkisar Rp 74.500. Perlu diketahui, bahwa rapid test antigen ini akan mendeteksi keberadaan antigen virus SARS-CoV-2 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.
Rapid Test Antigen Kurang Akurat Dibanding Test PCR
Melansir dari Kompas.com, pakar biologi molekuler, Achmad Rusdjan Utomo, menyarankan pemerintah untuk memverifikasi efektivitas alat tes antigen yang direkomendasikan WHO terlebih dulu.

Hal ini juga sama seperti apa yang disampaikan oleh Centers of Diseases Control and Prevention (CDC), bahwa penting bagi dokter dan personel pengujian untuk memahami karakteristik kinerja, termasuk sensitivitas dan spesifikasi analitik, dari uji antigen cepat tertentu yang digunakan. 

CDC menyampaikan bahwa sensitivitas rapid test antigen umumnya lebih rendah dibandingkan rapid test PCR. Tes antigen pertama yang menerima FDA EUA menunjukkan sensitivitas berkisar antara 84,0 - 97,6 persen dibandingkan dengan RT-PCR.

Tingkat antigen dalam spesimen yang dikumpulkan setelah 5-7 hari sejak timbulnya gejala dapat turun di bawah batas deteksi tes. Ini dapat menghasilkan hasil tes yang negatif, sedangkan tes yang lebih sensitif, seperti RT-PCR dapat memberikan hasil yang positif. 

Dokter atau profesional medis lainnya yang melakukan uji antigen harus memahami faktor yang memengaruhi akurasi pengujian antigen untuk mendapatkan hasil tes yang akurat.

Faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu karakteristik alat tes, tanda, gejala, dan riwayat klinis orang yang hendak melakukan tes. Namun tetap saja, untuk beberapa kondisi, setelah melakukan tes antigen ini direkomendasikan untuk melakukan PCR untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Rapid Test Antigen Lebih Akurat Dibanding Tes Antibodi
Meskipun rapid test antigen COVID-19 kurang sensitif untuk kondisi tertentu, namun tes ini masih dianggap dapat memberikan hasil yang lebih akurat dibanding tes antibodi. Rapid test antigen ini juga diprediksi dapat menggantikan tes antibodi di kemudian hari. 

Jika dari segi waktu hasil pemeriksaan, kedua tes ini sama-sama memberikan hasil yang relatif cepat dibanding PCR. hanya saja, tes antigen memang fokus untuk mendeteksi infeksi COVID-19. Itulah bedanya dengan rapid test antibodi yang memprediksi antibodi, bukan COVID-19.


Itulah alasan tes antigen dianggap lebih akurat, karena terkadang antibodi belum tentu muncul di awal gejala. Jadi, hasil tes antibodi bisa saja salah. Cara kerja tes ini dinilai lebih efektif dibanding tes antibodi, karena yang dideteksi adalah bagian luar virus COVID-19. Dengan begitu, hasilnya lebih spesifik dibanding hanya mendeteksi antibodi saja. 

Perlu kamu ketahui juga, sejauh ini pakar kesehatan masih menganggap PCR sebagai pemeriksaan yang memberikan akurasi tinggi. PCR tidak hanya mendeteksi bagian luar virus, namun juga keseluruhan virus. Makanya, hasilnya jauh lebih akurat dibanding tes lainnya. 

Namun, untuk tindakan pencegahan pada situasi yang memerlukan waktu cepat, tes antigen dianggap sebagai pilihan yang tepat. Adapun pencegahan penularan COVID-19 yang bisa dilakukan saat ini adalah selalu mematuhi protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak aman saat harus keluar rumah. 

Itulah penjelasan tentang rapid test antigen. Apabila kamu mengalami gejala sakit seperti demam dan sesak napas, hubungi dokter secepatnya. (GS)

Sumber : Halodoc

No comments

Powered by Blogger.