Sampuraga, Malin Kundang Versi Sumatra Utara dan Kalimantan

Ilustrasi kolam air panas. (iStockphoto/Boyloso)


Banyak yang berpendapat kalau legenda Sampuraga hampir sama dengan legenda Malin Kundang, anak laki-laki yang durhaka terhadap ibunya lalu mendapat kutukan dari Tuhan.

Jika Malin Kundang dikutuk menjadi batu, maka Sampuraga dikutuk tewas tenggelam dalam banjir besar.

Mengutip situs PariwisataSumut.net, legenda Sampuraga bermula dari desa tempatnya tinggal di Padang Bolak.

Karena ingin mengubah nasib, ia meninggalkan ibunya untuk merantau ke Kerajaan Silanjang di Desa Sirambas.

Sesampainya di Kerajaan Silanjang, Sampuraga ditawari pekerjaan di rumah Raja Silanjang.

Atas ketekunan dan kejujurannya, Raja Silanjang lalu memodali Sampuraga untuk membuka usaha.

Usaha Sampuraga berjalan dengan sukses. Raja Silanjang semakin terpukau dan menjodohkan ia dengan anak perempuannya. Sampuraga menyetujui perkawinan tersebut.

Kabar pesta pernikahan yang berlangsung meriah terdengar hingga Padang Bolak.

Ibu Sampuraga lalu mendatangi lokasi pesta, namun Sampuraga tak ingin mengakuinya karena tampilannya yang lusuh dan miskin. Ia bahkan mengusirnya.

Ibu Sampuraga yang bersedih hati lalu mengadu dan berdoa kepada Tuhan.

Tak lama, langit menghitam, badai besar datang, dan hujan turun tanpa henti. Kerajaan Silanjang tenggelam dalam banjir.

Beberapa hari setelah hujan reda, Kerajaan Silanjang musnah dari Bumi. Yang tersisa hanya onggokan tanah dan bebatuan kapur dengan mata air panas di bawahnya.

Kolam air panas yang berlokasi di Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, itu kini dikemas sebagai objek wisata Sampuraga Madina.

Pengunjung yang datang bisa melihat air panas berbuih dengan tempratur sekitar 90-100 derajat Celcius.

Pengelola sudah membangun pagar di sekitar kolam air panas tersebut, sehingga pengunjung tetap bisa menatapnya dengan aman dan nyaman dari kejauhan.

Legenda si anak yang durhaka Sampuraga juga terdengar dari daerah lain, tepatnya di dalam cerita suku Dayak Tomun, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Dalam kisah versi ini, Sampuraga diceritakan tewas saat perahunya karam. Kini perahu karam itu disebut membantu menjadi Bukit Sampuraga.




Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.