Sarana Wisata Danau Nibung Rampung Dibangun, Menara Pandang hingga Pusat Kuliner

 https: img.okezone.com content 2020 12 25 406 2333950 sarana-wisata-danau-nibung-rampung-dibangun-menara-pandang-hingga-pusat-kuliner-MVlf1GD6Uk.jpg

DINAS Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyelesaikan pekerjaan pembangunan berbagai sarana untuk pengembangan objek wisata Danau Nibung.

“Pembangunan sarana objek wisata Danau Nibung sudah selesai semua dikerjakan, sudah PHO atau serah terima pekerjaan dari pihak penyedia kepada pihak penerima barang,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mukomuko, Apriansyah di Mukomuko, Jumat (25/12/2020).

Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Mukomuko tahun ini mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) cadangan sebesar Rp3,2 miliar untuk membangun berbagai sarana objek wisata Danau Nibung. Dana itu berkurang dibandingkan dana sebelumnya sebesar Rp3,8 miliar.

DAK sektor pariwisata sebesar Rp3,2 miliar tahun ini untuk pembangunan lokasi pemandangan sebesar Rp818 juta, pembangunan pusat kuliner Rp679 juta, pembangunan sumber air bersih sebesar Rp570 juta, pembangunan menara pandang Rp450 juta, pembangunan pergola sebesar Rp391 juta, dan pembangunan gazebo Rp143 juta.

Selanjutnya, katanya, penggunaan berbagai sarana dan prasarana penunjang untuk pengembangan objek wisata Danau Nibung, sebagai objek wisata andalan di daerah ini tahun 2021.

“Kami sedang menyusun regulasi penggunaannya, yakni penggunaan menara pandang, plaza kuliner dan retribusi masuk dalam lokasi objek wisata Danau Nibung daerah ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sedang menyusun draft peraturan bupati yang mengatur tentang biaya sewa plaza kuliner serta siapa saja pedagang kuliner daerah ini yang boleh menyewanya.

Kemudian, lanjutnya, regulasi tentang pengambilan retribusi masuk dalam lokasi objek wisata Danau Nibung dan siapa saja petugas penjaga objek wisata dan mereka harus diterbitkan surat keputusan (SK) dari bupati.

Pihaknya lanjut Apriansyah, melibatkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata, atau orang yang berada di luar objek wisata yang biasa di lokasi tersebut sebagai petugas penjaga pintu masuk objek wisata ini.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.