Tagih Utang Ke Rumah Rain, Pasangan Lansia Ini Didenda Jutaan Rupiah

 


     Pada Rabu (16/12) hari ini, muncul laporan bahwa sepasang lansia berusia 70 tahunan telah didenda setelah mendatangi rumah Rain. Hal ini bermula ketika mereka menagih utang yang belum dibayar oleh ayah Rain selama lebih dari 20 tahun yang lalu.




Berdasarkan laporan tersebut, hakim senior Yoo Chang Hoon dari Pengadilan Distrik Barat Seoul telah menghukum seorang pria (79 tahun) dan istrinya (73 tahun) dengan denda masing-masing sebesar 700 ribu won (setara dengan Rp 9,1 juta).

Pasangan lansia tersebut mengklaim bahwa ayah Rain yakni Mr. Jung, telah membeli beras secara kredit di toko mereka di distrik Yongsan Seoul lebih dari 20 tahun lalu. Menurut penuturan mereka, Mr. Jung tidak pernah membayar kembali uang beras yang diutangnya.

Karena itulah pasangan lansia tersebut akhirnya mendatangi rumah Rain yang juga ditinggali keluarga dan orangtuanya untuk menagih utang. Sayangnya, ayah Rain menolak untuk bertemu dengan pasangan lansia tersebut.

Kecewa dengan penolakan tersebut, pasangan lansia itu akhirnya berteriak, "Bayar kembali uang berasnya". Mereka bahkan menabrak gerbang depan kediaman Rain beberapa kali serta menobrak pintu kunci seharga 200 ribu won (sekitar Rp 2,6 juta). Setelah pintu terbuka, pasangan lansia tersebut masuk tanpa izin ke halaman depan rumah Rain dan membuat keributan.

Sebelumnya di tahun 2018, pasangan lansia tersebut memposting pesan di komunitas online untuk menuduh orangtua Rain berutang uang kepada mereka. Mereka mengklaim bahwa dulu orangtua Rain memiliki toko beras dan telah meminjam beras senilai 25 juta won (sekitar Rp 325,9 juta). Pasangan yang lebih tua juga mengklaim bahwa ayah Rain berjanji untuk membayar utangnya kembali tapi tidak pernah melakukannya.

Pada September tahun lalu, lansia tersebut mengajukan gugatan perdata kepada Mr. Jung sebesar 50 juta won (sekitar Rp 650 juta) namun kalah di bulan Januari tahun ini. Rain kemudian mengajukan tuntutan balik kepada lansia tersebut pada Februari tahun ini dan pengadilan mengutipnya pada April. Saat itu pengadilan menyatakan, "Korban telah menderita sakit jiwa yang cukup parah, tapi dia tidak ingin menghukum pelaku."

Sumber :

No comments

Powered by Blogger.