Thailand Siap Luncurkan Wisata Ganja Medis Pertama di Asia Tenggara




       Dua kementerian di Thailand telah menyiapkan dasar untuk peluncuran wisata mariyuana atau ganja medis pertama di Asia Tenggara pada 2021. Keputusan itu dibuat setelah Thailand menuntaskan rancangan program untuk perkebunan ganja di seluruh negeri Gajah Putih.

Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand bersama Kementerian Pariwisata dan Olahraga mengatakan bahwa tujuan wisata ini adalah meningkatkan kesadaran tentang ganja untuk tujuan medis, serta menarik minat mereka yang ingin menanam tumbuhan tersebut asalkan mematuhi hukum Thailand.

Delapan provinsi di Thailand memiliki perkebunan yang dapat menjadi bagian dari wisata ganja medis ini, yakni provinsi Mae Hong Son, Lampang, Samut Songkhram, Sakon Nakhon, Nakhon Ratchasima, Buri Ram, Phatthalung, dan Chon Buri, ungkap Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Phiphat Ratchakitprakarn.

"Pada tahap awal, program wisata tersebut akan bertujuan mengedukasi warga setempat yang ingin mendirikan usaha komunitas dan menjadi penanam mariyuana terotorisasi. Program ini akan merintis jalan untuk pemahaman mendasar tentang ganja maupun manfaat ekonominya," jelas Phiphat.

Sumber Pendapatan Baru

Departemen Pariwisata Thailand akan bekerja sama dengan Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand dalam mempromosikan pariwisata medis, termasuk tumbuhan herbal dan mariyuana untuk pengobatan tradisional, papar Phiphat, seperti dilansir Xinhua, Rabu (16/12/2020).

Dia mengatakan, program wisata ganja medis ini dirancang untuk membantu warga setempat menciptakan sumber pendapatan baru dengan keahlian dan pengetahuan yang lebih baik tentang mariyuana dan pariwisata herbal.

Sebelumnya pada Agustus lalu, Kabinet Thailand menyetujui proposal amendemen Undang-Undang Narkotika untuk mengizinkan para praktisi medis swasta, termasuk praktisi penyembuhan tradisional, dan petani untuk menanam ganja guna pengobatan medis.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.