Unik, Tikus Ini Lumuri Bulunya dengan Racun untuk Hindari Pemangsa


Tikus unik (Foto: Oddity)


Tikus jambul Afrika menjadi salah satu hewan pengerat yang paling sulit ditangkap. Hewan ini hidup di kawasan hutan di Afrika Timur dan memiliki mekanisme pertahanan yang sangat aneh.

Hewan kecil ini dengan sengaja menaruh racun mematikan ke permukaan bulunya sendiri.


Orang-orang yang mendiami hutan dataran tinggi dan hutan di negara-negara seperti Somalia, Sudan, atau Ethiopia telah lama menjauhi tikus besar yang hidup di daerah tersebut. Mereka dikenal sebagai Lophiomys imhausi bagi para ilmuwan, tikus berambut panjang ini adalah satu-satunya hewan pengerat beracun di dunia.

Uniknya, hewan yang satu ini tidak dilahirkan dengan memiliki racun. ia hanya meminjam racun mematikan dari tanaman yang dikenal sebagai pohon panah racun.

Tanaman ini mengandung racun yang cukup kuat untuk membunuh gajah, bila dioleskan pada kepala panah. Tikus tersebut memberikan racun ini ke bulu khusus di sisi tubuhnya.

Setelah terlumur dengan racun ini, dirinya telah menjadi senjata mematikan terhadap siapa pun yang cukup bodoh untuk menyerangnya.

“Jika seekor anjing mencoba menyerang mereka, anjing-anjing itu akan sakit dan mati. Jadi informasi itu telah beredar untuk waktu yang sangat lama,” ujar Sara Weinstein, seorang peneliti dari Smithsonian Institution dan Universitas Utah, sebagaimana dilansir Oddity Central, Rabu (2/12/2020).

Tetapi baru pada 2011 para peneliti menyaksikan ritual tikus jambul yang mengubah dirinya menjadi beracun. Tim peneliti menangkap seekor tikus jambul dan menawarkannya cabang dari pohon Acokanthera schimperi, yang menurut penduduk setempat sering dikunyah tikus itu.

Kisah lokal itu ternyata benar, saat hewan pengerat itu mulai mengunyah kulit kayu, ia mencampurnya dengan air liur.

Setelah tercampur rata, mereka kemudian mengoleskan campuran tersebut ke rambut khusus di sisi tubuhnya.

"Tikus itu mengambil racun dari tanaman untuk membuat dirinya berbisa,” kata Adam Ferguson, seorang Ahli Mamalia di Field Museum di Chicago.


 


Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.