5 Hal Terlarang dan Berbahaya Dilakukan saat Terjadi Gempa

Berikut lima hal berbahaya dilakukan saat gempa.
Ilustrasi. Ada beberapa hal berbahaya yang dilakukan saat terjadi gempa. (AFP PHOTO/Chaideer Mahyuddin)

 

Gempa dengan magnitudo 6,2 diketahui terjadi di wilayah Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari.

Gempa tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan roboh, antara lain Kantor Gubernur Sulbar, Maleo Town Square, toko, swalayan, hingga Rumah Sakit Mitra Manakarra.

Sebagaimana dilansir Reuters, telah terdata setidaknya 35 korban tewas di Majenedan Mamuju, dan ratusan terluka hingga Jumat siang.

Gempa bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Oleh karenanya, masyarakat diminta waspada dan tidak melakukan hal-hal yang justru membahayakan.

Berikut lima hal berbahaya dilakukan saat gempa, dikutip dari berbagai sumber.

1. Memakai lift

Gedung kerap memiliki fasilitas lift untuk berpindah ke lantai lain dengan cepat daripada dengan tangga. Namun saat gempa, tidak disarankan menggunakan lift meski terkesan lebih cepat.

Saat terjadi gempa, dikhawatirkan terjadi gangguan listrik. Tak hanya komunikasi terganggu, kinerja lift pun demikian.

Sebaiknya gunakan tangga darurat untuk menghindari kejadian terperangkap dalam lift.

2. Berteriak meminta pertolongan

Ketika terjebak di dalam suatu ruangan atau gedung, orang kerap secara otomatis berteriak untuk meminta pertolongan. Padahal cara ini tidak dibenarkan.

Berteriak dapat menyebabkan masuknya senyawa berbahaya ke dalam tubuh lewat debu.

Amati benda sekitar dan gunakan yang sekiranya dapat menimbulkan bunyi misalnya pipa yang dipukulkan pada tembok.

3. Berdiri di pintu

Gempa pernah melanda California, Amerika Serikat beberapa tahun lalu. Banyak bangunan runtuh termasuk rumah-rumah.

Namun tampak rangka penyangga pintu masih utuh berdiri. Hal ini memunculkan anggapan bahwa berdiri di pintu jadi solusi teraman saat gempa.

Padahal, ini tak selalu benar. Mulut pintu yang kuat hanya berada pada rumah atau bangunan tua dan menggunakan kayu besar.

Di rumah modern sekarang ini, mulut pintu tidak sekuat itu.

4. Berkendara lewat jembatan

Gempa juga dapat terjadi saat berkendara. Jika terjadi, maka disarankan untuk menghindari jalur yang melewati jembatan atau terowongan. Kedua lokasi ini rawan runtuh saat terjadi gempa.

Solusi lain yang bisa dilakukan ialah menghentikan mobil dan tetap berada di dalam mobil.

Pastikan tidak memarkir mobil di bawah pohon, di bawah jalan layang, tiang listrik atau dekat gedung.

5. Memanjat furnitur

Gempa memungkinkan interior bangunan runtuh sehingga orang perlu berlindung dari serpihannya.
Jika berada di dekat meja besar atau furnitur lain, maka sebaiknya jangan berada di atasnya.

Lindungi diri dengan berada di bawah meja atau furnitur tersebut agar tak terluka akibat serpihan interior.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.