AS berjanji untuk terus mencari awak kapal nelayan Taiwan yang hilang

Taiwan meminta Penjaga Pantai AS untuk mengirim kapal penyelamat bagi kapten Taiwan dan sembilan orang Indonesia

(Facebook, foto Penjaga Pantai AS)

TAIPEI - Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengatakan Kamis (7/1) AS berjanji akan melanjutkan pencarian kapten Taiwan dan sembilan awaknya yang hilang di Pasifik pekan lalu.

Kapal tuna komersial Taiwan, Yong Yu Sing No. 18 (永 裕興 18 號), dilaporkan hilang Jumat (1 Januari) oleh pemiliknya setelah dia kehilangan kontak dengan kapten, bermarga Li (李), pada 30 Desember. Meskipun kapal yang hilang kemudian ditemukan oleh pesawat penyelamat Amerika di dekat Atol Midway, tidak ada tanda-tanda Li atau krunya.

Selama konferensi pers hari Kamis, istri Li mengkritik AS karena tidak mengirim tim resume ke kapal dan bersikap pasif dalam upaya pencariannya. Dia mendesak pemerintah Taiwan untuk meyakinkan pihak berwenang AS untuk meningkatkan upaya pencarian.

Menanggapi hal tersebut, MOFA mengatakan Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Honolulu telah bernegosiasi dengan AS sejak misi pencarian dimulai. Dikatakan, Kantor Taipei juga telah meminta Penjaga Pantai AS untuk mengirim perahu penyelamat ke Yong Yu Sing No. 18 dan sekitarnya.

MOFA mencatat Pusat Koordinasi Penyelamatan Gabungan (JRCC) AS telah mengirimkan 18 pesawat sayap tetap selama pencarian. Sementara itu, empat kapal nelayan Taiwan juga telah bergabung dalam misi tersebut, tambahnya.


MOFA menjelaskan bahwa baik pesawat AS maupun kapal penangkap ikan Taiwan tidak dapat mendekati Yong Yu Sing No. 18 selama beberapa hari terakhir karena gelombang laut yang ganas. Namun, mereka menekankan bahwa mereka akan tetap berhubungan dekat dengan JRCC dan Penjaga Pantai A.S., lapor CNA.
(Jz)


Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.