Cerita Mistis Salah Satu Perumahan di Surabaya, Sebuah Pohon jadi Sarang Kuntilanak yang Sering Usil

Foto

Salah satu perumahan di salah satu kota dekat Surabaya memiliki cerita mistis yang sangat horor. Perumahan itu juga menjadi cerita menyeram dari orang-orang sekitar.

Nursi Muhammad yang baru dua tahun tinggal di perumahan itu banyak mengalami hal-hal ganjil sangat menyeramkan.

Awalnya, Nursi cuek saat mendengar kabar-kabar tentang seramnya perumahan yang dia tempati. Semua berubah saat pria tersebut mengalami sendiri.

Pernah sekali tepatnya pada hari Kamis tengah malam pukul 12, sang istri kaget mendengar suara air pompa. Dia pun membangunkan Nursi. Karena sepi, suara pompa air itu terdengar lumayan kencang.

”Aku setengah sadar dengar suara pompa, dibangunkan istri barulah benar-benar bangun,” tuturnya. 

Nursi lantas mengecek saklar pompa air yang ada di teras. Dia sempat menduga ada orang iseng. Atau malah ada pencuri. Begitu keluar rumah, pagar rumah yang cukup tinggi dalam keadaan digembok. Tak ada tanda kerusakan.

Dia coba mengamati pagar dan lantai, barangkali ada bekas orang meloncat. Tapi nihil. ”Tak ada jejak kaki atau sandal,” urainya.

Dia pun mulai memikiran kemungkinan yang lain. Apalagi, saklarnya keras, untuk dipencet butuh tenaga ekstra. ”Nggak mungkin kena embusan angin atau lainnya,” ceritanya.

Setelah mematikan pompa air, Nursi masih kepikiran. Bulu kuduknya merinding. Esok harinya, Nursi pun mulai mencari informasi soal perumahan barunya itu. Yang baru 50 persen terisi. Dia lantas bertanya kepada satpam perumahan. Jawabannya, bikin nyesek. 

”Wah, kejadian begitu sudah biasa, Mas. Malah banyak kejadian yang lebih aneh,” begitu Nursi menirukan jawaban pak satpam.

Petugas sekuriti itu lantas bercerita. Dia sering mendapati kejadian aneh saat patroli keliling perumahan. 

”Bau wangi, bau busuk ibaratnya jadi teman patrol lah. Tapi, itu yang biasa,” ujarnya. 

Peristiwa yang tidak biasa kerap terjadi di beberapa rumah tidak berpenghuni. Petugas keamanan itu lantas menunjuk sejumlah rumah yang dekat dengan fasilitas umum, yakni taman perumahan.

Pernah suatu kali, salah seorang petugas sekuriti melewati salah satu rumah. Saat itu, hampir tengah malam. Karena tidak berpenghuni, tentunya wajar jika lampu teras tidak menyala. Masalahnya, lampu di dalam rumah menyala. Satpam pun bingung. Khawatir ada maling, dia mengawasi rumah tersebut.

Lha kok terdengar suara orang memasak di dalam. Bukan cuma itu, dia juga mencium bau masakan yang harum banget. 

”Cuma masaknya kok tengah malam. Di rumah yang pasti tidak berpenghuni lagi. Saya langsung menjauh pelan-pelan,” kata petugas sekuriti tersebut.

Saat dicek ke manajemen perumahan, rumah benar kosong. Belum ada yang beli, apalagi menghuni. Rupanya dia tak sendiri. Tiga satpam yang lain melaporkan kisah serupa.

Petugas sekuriti dan sejumlah warga menduga sumber dari ketidakberesan itu berasal dari taman perumahan. 

”Ada pohon setinggi 15 meter, paling tinggi di perumahan. Pohon lainnya cuma setinggi 3 meter,” ujar Nursi.

Ada seorang warga yang rumahnya menghadap taman menempatkan satu set tempat duduk kayu di situ. ”Untuk sekadar ngobrol bersama tetangga,” tutur Nursi.

Tapi, suatu kali satu set tempat duduk kayu itu tak lagi ditempatnya. Nursi pun bertanya ke pemilik kursi. ”Ternyata pemilik rumah sering ketakutan kalau malam hari. Soalnya, kursi itu dibuat cangkruk perempuan berbaju putih. Kayak kuntilanak,” urainya.

Setelah kursi tersebut dimasukkan ke rumah, kuntilanak itu tetap kerap cangkruk. Tapi, di pohon paling tinggi di taman.

”Paling sering menampakkan diri ke anak-anak dan ibu-ibu. Beberapa kali terjadi penampakan, ibu-ibu atau anak-anak pada teriak,” jelasnya. 

Nursi tak tahu jenis pohon tersebut. Yang pasti, pihak pengembang perumahan sempat mencoba menebang pohon tersebut. ”Tapi ya tukang yang menebang kesurupan masal,” urainya. 

Karena pohonnya masih berdiri, setidaknya sebulan sekali. Penampakan kuntilanak itu masih terjadi.

Sumber : correcto.id

No comments

Powered by Blogger.