China Identifikasi Makam Kaisar Dinasti Han Paling Brutal

Para arkeolog China mulai mengidentifikasi makam Kaisar Dinasti Han paling brutal, Liu Zhi, yang berkuasa pada 146-168 Masehi.
Foto ilistrasi Laojun Mountain di Luoyang. Kota Luoyang diyakini sebagai lokasi makam Kaisar Liu Zhi. (AFP/-)

Para arkeolog China mulai mengidentifikasi makam kuno Kaisar Dinasti Han paling brutal, Liu Zhi, yang berkuasa pada 146-168 Masehi. Liu Zhi merupakan salah satu Kaisar di masa-masa akhir Dinasti Han berkuasa di Tiongkok.

Salah satu indikator yang diklaim arkeolog adalah penemuan segel kerajaan bertuliskan nama Kaisar Liu Hong. Dikutip dari Xinhua, Liu Hong merupakan penerus Liu Zhi.

Berdasarkan analisis sejarah, Liu Hong membangun sebuah musoleum setelah kematian Liu Zhi. Belakangan, para arkeolog yakin bahwa segel tersebut dikhususkan sebagai tanda makan dari Liu Zhi.

"Bersama dengan arsip sebelumnya tentang lokasi makam kaisar, penemuan ini semakin membuat kami yakin itu merupakan makan Liu Zhi," ujar peneliti di Institut Arkeologi dan Pusaka Budaya Kota Luoyang, Wang Xianqiu, kepada Xinhua.

Wang mengatakan temuan artefak-artefak tersebut amat penting untuk mempelajari desain dan sistem pemakaman kaisar di Dinasti Han.

Sisa-sisa musoleum berusia 1.840 tahun tersebut ditemukan di Desa Baicaopo, Distrik Yibin, Kota Luoyang.

Ditemukan pula kapal batu berbentuk cekungan 25 Sentimeter berdiameter 80 Sentimeter bertuliskan tahun pembuatan 180 Masehi atau penanggalan tahun ketiga Guanghe.

Dilansir dari Live Science, Liu Zhi dikenal sebagai Kaisar yang brutal di masa-masa penuh konflik. Di eranya banyak terjadi kelaparan, pemberontakan, dan pembantaian pejabat Istana serta keluarganya di masa pemerintahannya.

Kelaparan dan pemberontakan sempat memporak-porandakan Tingkok di era Kekaisaran Liu Zhi, Dinasti Han.

Menanggapi pemberontakan itu, Kaisar melakukan eksekusi pejabat istana secara berkala. Pada 159 Masehi, dia mengeksekusi pejabat senior istana, Liang Ji, yang pernah membantu membawanya ke tampuk kekuasaan.

Sebagian besar keluarga Liang Ji juga dibunuh, begitu pula sejumlah pejabat lain dan keluarga mereka yang dieksekusi pada tahun-tahun berikutnya.

Ilustrasi itu berdasarkan catatan sejarah sejarawan China Sima Guang pada abad 11 dan sudah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris oleh Rafe de Crespigny di buku Emperor Huan and Emperor Ling terbitan 1989.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.