Ditangkap Polisi Gara-gara Masker




      Kalian pasti masih ingat kasus penumpang pesawat Peach Aviation yang menolak memakai masker pada 7 September 2020 yang menyebabkan pesawat harus mendarat darurat di bandara lain. Kini, pria bernama Okuno Junya (34) ditangkap polisi Osaka.




Alasan penangkapan bukan karena ia tak memakai masker tetapi tetapi terjerat pasal “penghentian paksa operasi bisnis.”

Pasal ini biasa digunakan dalam dakwaan terkait perilaku mengganggu yang menciptakan intimidasi di toko, restoran, dan kendaraan angkutan massal. Itu juga akan menjelaskan mengapa polisi Osaka yang menahannya, karena Osaka adalah tempat penerbangan awalnya ditujukan dan juga tempat bermarkasnya Peach.

Saat insiden itu terjadi, maskapai Peach Aviation harus mengalihkan salah satu penerbangannya karena ulah Okuno. Masalahnya dimulai sebelum lepas landas, ketika Okuno diminta oleh awak kabin untuk memakai masker. Ia menolak sambil menuntut agar permintaan dibuat secara tertulis.

Ia juga tidak bersikap kooperatif setelah penerbangan lepas landas dari Bandara Kushiro di Hokkaido. Ketika petugas kabin sekali lagi meminta Okuno untuk memakai masker, ia menjadi agresif, berteriak dan memelintir lengan salah satu staf wanita, menyebabkan luka ringan.
 
Sesuai dengan peraturan penerbangan Jepang, pilot menganggap Okuno sebagai risiko keselamatan. Jadi ia mengarahkan pesawat ke bandara terdekat yang memungkinkan untuk pendaratan darurat sehingga Okuno dapat dipindahkan. 

Pesawat mendarat di Bandara Niigata, sekitar 600 kilometer (373 mil) dari tujuan penerbangan Bandara Kansai di Osaka. Setelah Okuno turun dari pesawat, yang diiringi tepuk tangan dari beberapa penumpang lainnya, penerbangan dilanjutkan, dengan 124 penumpang akhirnya mencapai Bandara Kansai dua jam 15 menit lebih lambat dari jadwal.

Pepatah bahwa "Pelanggan adalah raja," bukan berarti pelanggan bisa bertindak seenaknya sendiri sampai melanggar aturan. Kini, warga kota Toride, Prefektur Ibaraki itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sumber :tabloidhalojepang

No comments

Powered by Blogger.