India Kembali Dilanda Wabah Flu Burung

 



       India kembali dilanda wabah flu burung ditandai dengan matinya ribuan burung di empat negara bagian yakni Rajasthan, Madhya Pradesh, Himachal Pradesh, dan Kerala.

Kementerian Perhimpunan Perikanan, Pertanian dan Peternakan pada Rabu (6/1) menyebut migrasi burung sebagai penyebab penyebaran wabah tersebut.

"Di India, penyakit ini menyebar terutama dari burung migran yang masuk ke India selama musim dingin yaitu dari September-Oktober hingga Februari-Maret. Penularan sekunder melalui penanganan manusia (melalui fomites) tidak dapat dikesampingkan," kata kementerian tersebut.

Sejauh ini, wabah flu burung dilaporkan ada di 12 titik di empat negara bagian di India.

"Sejauh ini belum ada kasus Avian Influenza yang dilaporkan. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga terus mengawasi dengan ketat skenario yang berkembang," kata Institut Nasional Penyakit Hewan Keamanan Tinggi (ICAR-NIHSAD).

Dilansir Hindustan Times, Rabu (6/1), pemerintah telah meminta negara-negara bagian tersebut untuk memperkuat biosekuriti peternakan unggas, mendisinfeksi daerah yang terkena dampak, serta membuang unggas dan bangkai yang mati dengan benar.

Kementerian Peternakan juga telah meminta negara-negara bagian untuk mengumpulkan dan menyerahkan sampel secara tepat waktu untuk konfirmasi, pengawasan lebih lanjut, dan intensifikasi rencana pengawasan.

Untuk mencegah penularan flu burung dari unggas ke manusia, pihak kementerian telah meminta negara-negara bagian untuk mengikuti pedoman pencegahan umum.

"Koordinasi dengan departemen kehutanan untuk melaporkan kematian burung yang tidak biasa juga disarankan ke negara-negara bagian. Negara bagian lain juga diminta untuk mewaspadai kematian yang tidak biasa di antara burung dan segera melaporkan untuk mengambil tindakan yang diperlukan," kata kementerian peternakan dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, India juga telah mendirikan ruang kontrol di New Delhi untuk mengawasi situasi, serta mencatat tindakan pencegahan dan pengendalian harian yang dilakukan oleh otoritas negara.

Dilansir Mint, pemerintah menuturkan populasi yang berisiko tinggi terpapar flu burung adalah unggas komersial dengan kepadatan tinggi seperti ayam dan itik.

Para pakar kesehatan masyarakat mengingatkan bahwa India perlu ekstra berhati-hati di tengah tantangan pandemi virus corona.

India pertama kali mengumumkan dilanda wabah flu burung pada 2006 silam. Tidak ada bukti langsung bahwa virus ini dapat ditularkan ke manusia melalui konsumsi produk unggas yang terkontaminasi.

"Flu burung tidak mudah menular ke manusia. Kami belum mengetahui detail sebenarnya dari penyebaran virus tersebut, jika ada," kata Virander Singh Chauhan, profesor di Pusat Internasional untuk Rekayasa Genetik dan Bioteknologi.

"Namun hal itu seharusnya tidak mempengaruhi dorongan vaksinasi (covid-19) yang dijadwalkan akan segera dimulai, tetapi negara-negara bagian harus mengambil tindakan pencegahan," tambahnya.

Sumber :CNN

No comments

Powered by Blogger.