India Mulai Vaksinasi Covid-19




      Seorang pekerja sanitasi menjadi orang India pertama yang menerima vaksin Covid-19 saat negara tersebut memulai upaya inokulasi terbesar di dunia.




Perdana Menteri (PM) Narendra Modi meluncurkan program tersebut, yang bertujuan untuk memvaksinasi lebih dari 1,3 miliar orang di India.

Dia memberi penghormatan kepada pekerja lini depan yakni tenaga kesehatan yang akan menjadi orang pertama menerima vaksin.

Modi juga mengimbau orang-orang untuk terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 seperti memakai masker dan mengikuti jarak sosial. Dia mengatakan negara tidak boleh berpuas diri karena memvaksinasi seluruh penduduk akan memakan waktu.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai propaganda dan rumor tentang keamanan vaksin.

“Saya ingin memberi tahu orang-orang bahwa persetujuan untuk vaksin ini diberikan hanya setelah para ilmuwan dan ahli merasa puas tentang keamanannya,” tambahnya.

India telah mencatat jumlah infeksi Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Jutaan dosis dari dua vaksin yang disetujui - Covishield dan Covaxin - dikirim ke seluruh negeri pada hari-hari menjelang dimulainya vaksinasi.

“Kami meluncurkan program vaksinasi terbesar di dunia dan itu menunjukkan kepada dunia kemampuan kami,” kata Modi, pada Sabtu (16/1) pagi.

Dia menambahkan India sangat siap untuk memvaksinasi penduduknya dengan bantuan sebuah aplikasi, yang akan membantu pemerintah melacak perjalanan dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

Modi berbicara panjang lebar tentang dokter, perawat, dan pekerja garis depan lainnya yang menunjukkan “titik terang” di “masa gelap”.

“Mereka menjauh dari keluarga mereka untuk melayani umat manusia. Dan ratusan dari mereka tidak pernah pulang. Mereka memberikan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain. Dan itulah mengapa pukulan pertama diberikan kepada petugas kesehatan - ini adalah cara kami untuk menghormati mereka,” terangnya, dikutip BBC.

“Para dokter dan staf medis di rumah sakit Max Delhi memberi tahu saya banyak harapan yang disematkan pada upaya vaksinasi. Seorang pejabat menggambarkannya sebagai fajar baru dan berkata ini adalah awal dari akhir Covid,” jelasnya.
Di dalam ruang tunggu, terdapat poster di dinding dengan informasi tentang dokumen yang perlu dibawa, seberapa aman vaksin tersebut, dan tindakan pencegahan yang perlu diambil bahkan setelah seseorang divaksinasi. Di antara mereka yang divaksinasi pada Sabtu (16/1) adalah dokter, perawat, dan staf kantor depan dari semua departemen.

Nama-nama tersebut telah dipilih menurut abjad sehingga mereka yang mendapatkan vaksin kebanyakan adalah nama-nama yang dimulai dengan huruf A.

Diperkirakan 10 juta pekerja kesehatan akan divaksinasi pada putaran pertama, diikuti oleh polisi, tentara, pemerintah kota dan pekerja garis depan lainnya.

Kelompok berikutnya adalah orang yang berusia di atas 50 tahun dan siapa saja yang berusia di bawah 50 tahun dengan kondisi kesehatan yang serius. Daftar pemilih India yang berisi rincian sekitar 900 juta pemilih, akan diidentifikasi sesuai syarat yang berlaku.

Pemerintah berencana memvaksinasi 300 juta orang pada awal Agustus tahun ini. Ini akan terjadi di pusat perawatan kesehatan yang dikelola negara, sekolah, perguruan tinggi, aula komunitas, kantor kota dan aula pernikahan.

“Pandemi telah menimbulkan malapetaka di negara ini. Saya berharap vaksin ini akan menghilangkan rasa takut kami dan kami akan bisa bernapas lega,” kata Dr Anil Dass setelah disuntik vaksin.

Sementara itu, Ashutosh Chaturvedi, seorang perawat pria berusia 31 tahun yang digambarkan sebagai “pejuang Covid” oleh petugas rumah sakit, menjadi penerima pertama vaksin di Max.

“Saya baik-baik saja, saya merasa baik,” ujarnya kepada wartawan saat dia menuruni jalan rumah sakit, yang telah dihiasi dengan balon biru, hijau dan putih.

Sejak April, dia bekerja di bagian darurat bangsal Covid-19, merawat mereka yang terkena virus corona.

“Saya tidak bertemu istri dan anak perempuan saya yang berusia sembilan bulan sejak itu. Sebulan kemudian, setelah saya menerima dosis kedua, saya akan mengunjungi keluarga saya,” katanya.

Dr Atul Peters termasuk di antara mereka yang mendapat suntikan di rumah sakit Max.

“Ini hari yang sangat besar. Saya berterima kasih kepada mereka yang bekerja keras untuk mewujudkannya. Saya sangat sangat senang ketika saya mendapat telepon yang memberi tahu bahwa nama saya ada dalam daftar,” jelasnya.

“Kami bekerja keras selama pandemi untuk menyelamatkan nyawa dan kami juga melakukan suntikan terlebih dahulu untuk menghilangkan ketakutan di benak orang bahwa vaksin itu tidak aman,” lanjutnya kepada BBC.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.