Ini 4 Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan Rutin


Kebanyakan orang biasanya baru melakukan tes kesehatan untuk mendiagnosis penyakit mereka setelah mengalami gejala kesehatan tertentu. Padahal, tes kesehatan perlu dilakukan secara rutin sebagai aspek penting dari upaya pencegahan penyakit.

Dengan melakukan tes kesehatan secara rutin, kamu bisa mengetahui lebih awal bila memiliki kondisi medis tertentu, sehingga pengobatan dapat dilakukan secepat mungkin. Pemeriksaan rutin juga memungkinkan dokter untuk membandingkan hasil tes dari waktu ke waktu dan mencegah masalah potensial dengan memberikan obat-obatan dan menyarankan perubahan gaya hidup.
Berikut ini tes kesehatan yang perlu dilakukan secara rutin:

1.Tes Darah Rutin
Tes darah adalah salah satu tes terpenting yang perlu kamu lakukan untuk memastikan tubuh kamu berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya, tes ini membantu dokter mengevaluasi seberapa baik organ-organ kamu bekerja, seperti ginjal, hati, dan jantung, serta menunjukkan banyak hal tentang kesehatan kamu secara keseluruhan. Tes darah juga membantu dokter memeriksa penyakit dan kondisi tertentu, seperti anemia, kanker, diabetes, penyakit jantung koroner, dan HIV/AIDS.

2.Tes Mata
Tes mata penting dilakukan setiap tahun untuk sejumlah alasan. Selain bermanfaat untuk menjaga penglihatan yang baik, tes mata juga mampu mendeteksi masalah kesehatan mendasar lainnya secara langsung.

Tahukah kamu bahwa kondisi seperti diabetes atau hipertensi, bahkan stroke dapat diketahui hanya dari tes mata rutin? Selama tes mata, dokter mata dapat menentukan kesehatan pembuluh darah di retina kamu yang dapat menjadi indikator penting dari masalah kesehatan potensial. Retina adalah jaringan yang melapisi bagian belakang mata dan sensitif terhadap cahaya.

Masalah-masalah ini bisa ditemukan selama tes yang tampaknya sederhana selama pemeriksaan mata. Contohnya, tes slit lamp, yang digunakan untuk mendeteksi berbagai kondisi seperti katarak, tukak kornea, dan degenerasi makula. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa tes ini juga mampu menentukan apakah kamu mengidap komplikasi diabetes.

Tes mata lainnya yang juga bermanfaat untuk mendeteksi masalah di luar mata adalah tes lapangan visual. Pada tes ini, kamu diminta untuk melihat objek langsung di depan kamu, seperti hidung dokter, sambil menutupi salah satu mata.

Meskipun umumnya tes ini digunakan untuk mendeteksi titik buta, tes lapangan visual juga dapat menentukan area spesifik kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke atau tumor.

Meskipun kamu mungkin merasa memiliki penglihatan yang baik-baik saja, tes mata tahunan bisa menjadi pemeriksaan kesehatan terbaik yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan kamu secara keseluruhan.

3.Tes Tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar hormon yang vital. Kelenjar tersebut mengontrol metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan tubuh manusia. Ada dua jenis masalah tiroid yang bisa terjadi bila kamu kurang mendapatkan nutrisi tertentu dalam makanan yang kamu konsumsi sehari-hari.

Yodium adalah nutrisi utama dalam memproduksi hormon tiroid. Karena itu, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan tiroid.

Dua masalah tiroid yang dapat dideteksi melalui tes tiroid, adalah hipotiroidisme dan hipertiroidisme. Hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi tiroksin yang cukup yang dibutuhkan oleh tubuh. Sementara hipertiroidisme terjadi ketika tiroid memproduksi terlalu banyak tiroksin.

4.Tes Kulit
Tes kulit penting untuk mendeteksi masalah kesehatan serius yang bisa terjadi. Kanker kulit, contohnya. Banyak dokter menyarankan untuk memeriksakan diri secara teratur dengan dokter kulit. 

Tes kulit yang dilakukan secara teratur dapat membantu mendeteksi kanker kulit lebih awal ketika penyakit tersebut masih mudah untuk diobati. Kamu juga perlu memeriksa bintik-bintik kulit, seperti tanda lahir, bintik-bintik di wajah atau freckles, dan tahi lalat.

Orang yang memiliki banyak tahi lalat dan freckles lebih berisiko untuk terkena melanoma. Namun, tidak semua tahi lalat atau freckles berpotensi menjadi kanker kulit. (GS)


Sumber : Halodoc

No comments

Powered by Blogger.