Iran Ancam Kapal Selam Israel Tak Macam-macam di Teluk Persia

Iran memperingatkan Israel untuk tidak mengerahkan kekuatan militer di Teluk Arab. (Foto: AFP/HEIDI LEVINE)


Jakarta, Iran memperingatkan Israel untuk tidak mengerahkan kapal selam dan militernya melewati batas "garis merah" di Teluk Arab atau Teluk Persia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan negaranya akan mempertahankan diri terhadap "manuver" militer Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya, Israel, di kawasan menjelang kepemimpinan Presiden Donald Trump yang akan berakhir Januari mendatang.

"Semua orang tahu apa arti Teluk Persia bagi Iran," kata Khatibzadeh dalam jumpa pers virtual pada Senin (28/12).

Pernyataan itu diutarakan Teheran sepekan setelah Angkatan Laut AS mengumumkan telah mengerahkan kapal selam nuklir ke perairan dekat Iran di Selat Hormuz, Teluk Arab.

Kapal selam rudal bertenaga nuklir USS Georgia transit di Selat Hormuz bersama dua kapal perang AS lainnya untuk menegaskan kekuatan Negeri Paman Sam terhadap Iran.

Tak lama dari itu, media Israel juga melaporkan bahwa kapal selam negara Zionis itu telah berlayar melewati Suez Canal menuju Teluk Arab.

Namun, laporan itu hingga kini belum dikonfirmasi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Semua orang tahu kebijakan (Teheran) mengenai keamanan dan keamanan nasional. Semua orang tahu betul seberapa tinggi risiko yang ditimbulkan jika batas Iran dilintasi," kata Khatibzadeh seperti dilansir AFP.

Ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel kembali memanas setelah kematian ilmuwan nuklir ternama Teheran, Mohsen Fakhrizadeh, bulan lalu.

Teheran menuding Israel bertanggung jawab atas kematian Fakhrizadeh.

Sementara itu, AS menuding Iran terlibat dalam serangan roket yang ditargetkan ke kedutaan besarnya di Baghdad, Irak. Insiden itu terjadi menjelang satu tahun kematian jenderal besar Iran, Qasem Soleimani yang tewas akibat serangan udara AS di Irak.

"Kami telah mengirim pesan kepada pemerintah AS dan teman-teman kami di kawasan, (memperingatkan) rezim AS saat ini untuk tidak memulai 'petualangan baru di hari-hari terakhirnya (Trump) di Gedung Putih," kata Khatibzadeh.

Khatibzadeh menegaskan Iran tak berusaha menyulut ketegangan dan menyerukan "orang Amerika yang rasional" untuk menerapkan kebijakan terhadap Iran yang tak memicu provokasi sampai Presiden AS terpilih, Joe Biden, resmi menjabat di Gedung Putih.


Sumber :cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.