Jokowi Ungkap Alasan Mengapa Disuntik Pertama Vaksin Sinovac

Presiden Joko Widodo ajak masyarakat sabar menunggu vaksinasi Covid-19. (Kris - Biro Setpres)


Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh rakyat Indonesia bersabar menanti vaksin Covid-19 karena pemerintah masih melakukan proses akhir sebelum memulai vaksinasi.

Jokowi memastikan vaksin sudah tersedia. Sebagian dosis vaksin Sinovac itu juga telah didistribusikan ke 34 provinsi.

"Sedang menanti vaksin Covid-19? Sabar. Saya juga. Vaksinnya sudah ada, dan mulai didistribusikan ke daerah," kata Jokowi lewat akun Twitter @jokowi, Kamis (7/1).

Mantan wali kota Solo itu berkata vaksinasi menunggu penerbitan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, vaksin juga sedang melalui uji kehalalan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Jika izin sudah keluar, Jokowi memastikan vaksinasi akan segera dilakukan. Ia mengajukan diri sebagai orang pertama yang akan menerima suntikan vaksin Covid-19.

"Mengapa presiden jadi yang pertama? Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap saja," ujarnya.

Pemerintah Indonesia berencana memulai vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1)
Vaksinasi akan dimulai di Jakarta dan diikuti 33 provinsi lainnya.

Pemerintah akan memborong 426 juta dosis vaksin dari beberapa perusahaan. Jumlah itu akan diberikan kepada 181 juta orang demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Jokowi menyebut pemerintah juga telah menyepakati pemesanan 329.5 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, Novavax, COVAX/GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer.


Sumber :cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.