Karateka Uzbekistan Kesandung Doping, Ceyco Dapat Berkah Emas

Karateka Uzbekistan Kesandung Doping, Ceyco Dapat Berkah Emas
Ceyco Georgia Zefanya akhirnya merebut medali emas Kejuaraan Karate AKF Senior 2019 di Uzbekistan setelah menunggu hingga 1,5 tahun. (Foto: Instagram)

Setelah diproses selama satu setengah tahun, Federasi Karate Asia (AKF) akhirnya memutuskan Ceyco Georgia Zefanya sebagai juara pada Kejuaraan Karate AKF Senior Ke-16 di Tashken, Uzbekistan, Sabtu (23/01/2021). Ceyco mendapat berkah medali ems setelah juara sebelumnya asal Uzbekistan, Nodira Djumaniyazova, dinyatakan gagal tes doping .


Pada pertandingan final kumite kelas -68 kg putri satu setengah tahun lalu, tepatnya pada 21 Juli 2019, Ceyco gagal merebut medali emas setelah ditaklukkan Nodira. Namun belakangan, karateka Uzbekistan itu kedapatan doping, sehingga AKF memprosesnya karena dinilai melanggar peraturan antidoping yang diterapkan Federasi Karate Dunia (WKF).

“Berdasarkan hasil investigasi dan kesimpulan ITA dan WKF, Nodira Djumaniyazova telah melakukan pelanggaran Peraturan Antidoping WKF, Rules Art 2.1. Konsekuensinya adalah pencapaian hasil atlet tersebut harus didiskualifikasi,” ujar CEO AKF Vinchen Chen dalam suratnya.

Keputusan AKF tertanggal 23 Januari 2021 tersebut adalah jawaban dari penantian panjang tim karate Indonesia terhadap dugaan kasus doping pada ajang olahraga karate Asia yang digelar di Tashken, 19-21 Juli 2019 lalu. Apalagi, hasilnya Ceyco yang semula mendapatkan medali perak, kini berstatus juara. Sementara peraih medali perak kini diisi karateka Jepang Kayo Someya dan medali perunggu diberikan kepada Chao Jou asal China Taipei.

“Alhamdulillah, akhirnya Komisi Antidoping memutuskan pemain tuan rumah menggunakan doping dan Ceyco meraih gold medal kategori women kumite -68 kg Kejuaraan AKF 2019 di Uzbekistan. Congrat Ceyco,” ujar Ketua Dewan Wasit PB Forki Haifendri Putih.

Perjalanan Ceyco di AKF Uzbeskitan 2019 sebenarnya tidak mudah. Sebelum mencapai final dan bertemu Nodira, dia harus melewati karate Iran, Zahra Yafari Telefon Aghachi, pada babak pertama. Dia juga harus meladeni karate kuat dari Tajikistan, Zurajan Meredova, pada babak kedua. Bahkan, pada semifinal, dia harus berjibaku dengan karateka asal Jepang Kayo Someya sebelum akhirnya dikalahkan Nodira di partai puncak.

Yang jelas, keputusan AKF mendiskualifikasi Nodira dan memberikan medali emas kepada Ceyco tersebut mampu mengubah klasemen akhir perolehan medali. Posisi Indonesia yang semula di peringkat 7 dengan 2 perak dan 1 perunggu, naik ke posisi 6 Asia dengan perolehan 1 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Indonesia berada di bawah Jepang yang merebut 6 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Diikuti Iran (5-2-4), Uzbekistan (2-1-3), Arab Saudi (1-3-0), dan Kazakstan (1-2-0).


Sumber : sindonews.com

No comments

Powered by Blogger.