Kasus Melonjak, Satu dari 50 Warga Inggris Idap Covid-19

Ilustrasi pandemi virus corona di Inggris. (AP/Gareth Fuller)


Jakarta, Kepala Petugas Medis Inggris, Profesor Chris Witty, mengatakan satu dari setiap 50 warga yang tinggal di negara Eropa Barat itu mengidap Covid-19 selama satu pekan kemarin.

Jumlah tersebut didasarkan pada statistik yang dirilis Office for National Statistic Inggris (ONS) pada Selasa (5/1).

Dalam statistik itu, ONS memprediksi 1.122.000 warga Inggris yang tinggal di rumah pribadi mengidap corona antara 27 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021 lalu.

Jumlah tersebut tidak termasuk pasien Covid-19 yang tengah dirawat di rumah sakit, care homes, dan fasilitas pemerintah lainnya.

Angka tersebut muncul ketika Inggris masih mencatat rekor kasus baru corona harian. Pada Selasa kemarin, Inggris mencatat rekor 60.916 kasus baru corona dalam sehari dengan 830 kematian.

Dua pekan sebelumnya, statistik ONS menunjukkan sekitar 800.900 orang positif Covid-19 atau sama dengan 1 orang di antara 70 warga Inggris.


"Peningkatan kasus corona yang pesat ini sangat memprihatinkan dan sayangnya akan berarti lebih banyak tekanan pada layanan kesehatan kita di tengah musim dingin ini," kata Direktur Medis Public Health England, dokter Yvonne Doyle, seperti dikutip The Guardian.

"Itu sebabnya jika bisa, kita harus tinggal di rumah, mengurangi kontak dan melakukan segala kemungkinan untuk menghentikan penyebaran virus ini," kata dia.

Lonjakan virus corona dalam beberapa waktu terakhir di Inggris disebut disebabkan mutasi baru virus corona yang menggemparkan dunia.

Perdana Menteri Boris Johnson menyalahkan varian baru corona sebagai penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Inggris.

Johnson kembali menerapkan penguncian wilayah atau lockdown ketat secara nasional akibat lonjakan kasus baru tersebut.

"Jelas bahwa kita semua perlu berbuat lebih banyak lagi untuk mengendalikan kasus varian baru corona ini. Itu berarti pemerintah sekali lagi memerintahkan Anda semua untuk berdiam diri di rumah," kata Johnson pada Senin (4/1).


Sumber :cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.