Kelola Cagar Budaya, Pemkot Yogyakarta Bentuk Lembaga Baru

https: img.okezone.com content 2021 01 09 406 2341770 kelola-cagar-budaya-pemkot-yogyakarta-bentuk-lembaga-baru-HW4Gycyb5U.JPG
Kawasan Tugu, Yogyakarta (Foto: Antara/Eka AR)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Yogyakarta membentuk lembaga baru untuk mengelola cagar budaya yang ada di Kota Pelajar. Lembaga tersebut yakni Unit Pelaksana Teknis Kawasan Cagar Budaya yang bernaung di bawah Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

“Karena masih dalam masa transisi, maka pada tahun ini pengelolaannya masih terbatas yaitu dari Tugu hingga Alun-Alun di kawasan Keraton Yogyakarta,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cagar Budaya Yogyakarta, Ekwanto, Sabtu kemarin.


Tugas UPT Cagar Budaya kata dia, nantinya akan mengelola seluruh kawasan cagar budaya di Kota Yogyakarta yang diharapkan bisa dilakukan tahun depan.

Di Kota Yogyakarta terdapat lima kawasan cagar budaya yaitu Malioboro, Keraton Yogyakarta, Pakualaman, Kotagede, dan Kotabaru.

“Ke depan, akan mengelola seluruh kawasan cagar budaya. Tetapi untuk tahun ini baru terbatas dulu, baru kemudian bertahap ke seluruh kawasan,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkot Yogyakarta memiliki UPT Malioboro untuk pengelolaan kawasan Malioboro di bawah Dinas Pariwisata. Namun, lembaga tersebut dihapus dan kemudian dibentuk lembaga baru untuk pengelolaan kawasan cagar budaya lebih luas.

“Ada tambahan beberapa tugas sehingga saat ini ada dua seksi di UPT Cagar Budaya yaitu pemeliharaan dan pemanfaatan kawasan cagar budaya,” kata Ekwanto.

Ia menegaskan, prioritas utamanya ialah memastikan kawasan Tugu hingga Keraton selalu berada dalam kondisi bersih. “Kawasan ini harus selalu bersih, tidak boleh ada sampah yang menumpuk. Ini menjadi target utama kami,” ujar dia.

Untuk mewujudkannya, UPT Cagar Budaya tidak memanfaatkan jasa kebersihan dari pihak ketiga namun melakukan pembersihan sampah sendiri dengan tenaga yang dikontrak langsung.

“Jika memanfaatkan jasa pihak ketiga, maka kami terkadang mengalami kesulitan untuk mengatur kebutuhan penyapuan. Makanya, kami mencoba mengontrak langsung supaya bisa memberikan tugas dengan lebih baik,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap dengan adanya lembaga baru tersebut maka pengelolaan kawasan cagar budaya bisa lebih optimal dan mendukung pariwisata di Yogyakarta.

Ia mencontohkan, kawasan Kotabaru diharapkan dapat menjadi kawasan pendukung untuk wisata di Malioboro.

“Kawasan Kotabaru akan dikembangkan menjadi kawasan wisata yang premium. Lokasinya pun tidak jauh dari Malioboro,” ucap Heroe.


Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.