Kereta Malam Siap Antar Turis Keliling 13 Negara Eropa

Dampak buruk perubahan iklim dan pandemi virus Corona membuat banyak orang memilih naik kereta ketimbang pesawat terbang.
Ilustrasi. (AP Photo/David Goldman)


Kereta malam di Eropa bersiap melakukan pembe besar-besaran setelah empat perusahaan kereta api nasional mengumumkan rute baru yang akan menghubungkan 13 kota di seluruh benua. Pengumuman tersebut menandai perluasan jaringan kereta malam Eropa terbesar dalam beberapa tahun.

Empat tahun yang lalu, perusahaan kereta Jerman, Deutsche Bahn, mengatakan kalau kereta malam tak banyak peminat.

Tetapi perubahan iklim dan pandemi virus Corona mengubah cara para pelancong pergi dari A ke B, dan beberapa perjalanan kereta api Eropa sebenarnya lebih cepat daripada pesawat terbang.

Saat ini perusahaan kereta api di Jerman, Austria, Prancis, dan Swiss membentuk kemitraan dengan dana investasi US$605 juta untuk menghidupkan kembali layanan kereta malam.

Lima rute diharapkan diluncurkan dalam empat tahun ke depan.

Pada Desember 2021, layanan kereta malam baru akan beroperasi antara Wina dan Paris melalui Munich, serta antara Zurich dan Amsterdam.

Kereta malam antara Zurich dan Roma akan beroperasi dengan jadwal mulai Desember 2022.

Lalu pada Desember 2023 kereta malam antara Wina dan Paris akan melakukan perjalanan melalui Berlin dan Brussel.

Dan kereta malam antara Zurich dan Barcelona akan beroperasi mulai Desember 2024.

Secara terpisah, Swedia mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka berencana untuk memperkenalkan layanan kereta malam internasional baru ke Jerman dan Belgia pada tahun 2022.

Rute baru itu akan menghubungkan kota-kota Swedia ke Hamburg dan Brussel, memungkinkan koneksi cepat ke Eropa tengah dan Inggris.

Mengutip Lonely Planet, layanan kereta malam baru berbiaya murah antara Praha dan pesisir Kroasia telah dimulai pada musim panas yang lalu dan sangat populer sehingga jadwal layanan ini ditambah untuk beroperasi setiap malam.

Dalam minggu-minggu perdananya, lebih dari 30 ribu tiket terjual, dan beberapa kereta telah habis dipesan berkat tiket yang dihargai 22 euro (sekitar Rp378 ribu) sekali jalan.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.