Komnas Perempuan Sesalkan Keputusan Polisi Tetapkan Gisel Sebagai Tersangka

https: img.okezone.com content 2021 01 01 33 2337371 komnas-perempuan-sesalkan-keputusan-polisi-tetapkan-gisel-sebagai-tersangka-cgZnbiObji.jpg

Pro dan kontra mewarnai keputusan polisi yang telah menetapkan Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu de Fretes sebagai tersangka kasus pornografi. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan menyesalkan dan menyayangkan status tersangka yang dijatuhkan kepada Gisel.

"Sebenarnya kalau Komnas Perempuan melihat penetapan GA dan MYD sebagai tersangka ini menyesalkan ya. GA ini sebenarnya korban," kata Bahrul Fuad, Komisioner Komnas Perempuan, saat dihubungi.

Gisel Bungkam Usai Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Kasus Video Porno

Menurut Bahrul, Undang Undang Pornografi yang menjerat Gisel selama ini memang sering dipermasalahkan. Sebab, sifatnya multitafsir dan memicu ketidakadilan hukum.

"UU Pornografi cenderung lebih mengedepankan penghakiman moralitas, dan itu sangat subjektif sekali," tuturnya.

Bahrul menyatakan bahwa Gisel merupakan korban yang tak seharusnya menerima ancaman pidana atas jeratan UU Pornografi. Ia meminta kasus mantan istri Gading Marten ini sebagai pembelajaran bagi penegak hukum ke depannya.

"Dari UU pornografi, banyak sekali korban yang kemudian dikriminalisasikan menjadi pelaku," ujar Bahrul.

"Oleh karena itu, Komnas Perempuan berharap kasus yang menimpa GA inu menjadi pembelajaran bagi aparat penegak hukum untuk tidak mudah menggunakan UU pornografi," tambahnya.

Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu de Fretes ditetapkan sebagai tersangka atas video syur berdurasi 19 detik yang beredar di Twitter sejak 7 November 2020. Gisel mengaku, merekam video itu di sebuah hotel di Medan pada tahun 2017.

Pasal yang disangkakan kepada Gisel dan Yukinobu adalah Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 dan atau Pasal 8 jo Pasal Undang Undang nomor No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

Adapun ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.