Lelaki Hanoi Diikat di Pohon karena Tak Lunasi Pembayaran Usai Ditato


 

      Foto-foto seorang lelaki Hanoi bertelanjang dada yang dibungkus dengan kertas plastik dan diikat ke pohon di Hanoi beredar di media sosial Vietnam. Ia diduga tak melunasi pembayaran setelah ditato.




Saat ini di Vietnam tengah memasuki musim dingin, dengan suhu yang turun di bawah 10 derajat Celcius. Jadi, melihat pria bertato bertelanjang dada di jalanan bukan hal yang biasa, seperti dilansir dari laman Oddity Central, Selasa, 12 Januari 2021.

Apalagi, pria tersebut dibungkus rapat dengan plastik dan diikat di pohon. Potret itu adalah pemandangan yang disuguhi beberapa orang di Hanoi pekan lalu.

Seorang pria muda bertelanjang dada yang mengenakan helm sepeda, dibungkus dengan plastik tembus pandang dan diikat ke pohon, dengan tanda yang bertuliskan "Saya malas bayar tato". Foto pria itu diunggah di jagat maya dan dengan cepat menjadi viral.

Pada awalnya, orang mengira hal itu adalah semacam lelucon yang dibuat di antara teman atau aksi yang dilakukan oleh seniman tato untuk mendapatkan publikasi gratis. Namun, tidak ada watermark terkait dengan foto tersebut.

Tak lama kemudian, seorang pria berinisial NQT muncul. Ia mengaku sebagai seniman tato yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Dilepas karena Kasihan

Dalam sebuah unggahan di media sosial, pemilik studio tato tersebut menjelaskan bahwa pemuda dalam foto itu memang datang untuk ditato. Tapi ketika tiba waktunya membayar, ia hanya melunasi sebagian dan tidak pernah kembali untuk membayar sisanya.

Rupanya, rombongan seniman tato tersebut berhasil menjemputnya. Mereka membawa lelaki itu ke tokonya dan memutuskan untuk memberinya pelajaran.

"Jadi, kami memutuskan untuk melucuti pakaiannya, membungkusnya dengan plastik, dan mengikatnya ke pohon sebagai hukuman," kata seorang lelaki.

Merasa kasihan, pemilik studio tato akhirnya melepaskan lelaki itu. "Dia tidak punya uang untuk membayar, tapi saya memaafkannya," katanya.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.